Aleg Lakukan Investigasi Dugaan Perlakuan Tak Wajar kepada Pasien
Sekkot : Sebenarnya Pasien Tersebut Telah Dilayani dengan Baik
BOLMORA, KOTAMOBAGU — Terkait pelayanan pasien BPJS yang dirawat pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu, yang diduga diperlakukan tidak wajar sehingga harus angkat kaki dari rumah sakit, pada Selasa (11/10/2016), tampaknya mendapat respon dari Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu.
Melalui Herry Angky Coloay, dengan niat mengkonfirmasi titik permasalahaan, Rabu (12/10/2016), langsung menuju rumah pasien atas nama Alfrets Daroel (63), yang berada di Sampana Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat.
Usai meminta keterangan, politisi Gerindra itu lanjut melakukan investigasi di rumah sakit, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Menurut Herry, hasil komunikasi kedua belah pihak tentang permasalahan, ternyata hanya ada kesalahpahaman antara pihak pasien dan rumah sakit.
“Di sini ada perbedaan persepsi tentang pelayanan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit. Saya melihat hanya ada miskomunikasi yang menjadi masalah antara pihak pasien dan rumah sakit,” katanya.
Anggota legislator yang membidangi Kesejahteraan Sosial itu melayangkan permintaan maaf terhadap pelayanan pihak rumah sakit.
“Saya sudah berbicara dengan pihak rumah sakit terkait masalah ini, untuk itu kami memohon maaf terhadap pasien atas kesalahan pihak rumah sakit,” ujarnya.
Senada yang dikatakan Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Kota Kotamobagu Rutman Lantong. Katanya, itu hanya miskomunikasi saja. Terkait masalah itu, atas nama rumah sakit dirinya meminta maaf. Dia beralasan, saat ini pimpinan rumah sakit masih berada di luar daerah.
“Hanya mis komunikasi saja. Dan melalui kunjungan Komisi III DPRD ini sudah diklarifikasi. Saya akan melaporkan hasil kunjungan pihak DPRD nanti, karena Dirut rumah sakit sedang berada di luar daerah,” cetusnya.
Sementara itu, Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu Tahlis Galang menegaskan sangat menyesalkan kejadian itu. Namun laporan dari pimpinan rumah sakit sudah memberikan klarifikasi persoalan ini.
“Saya sangat menyesalkan kejadian seperti itu. Tapi, dari saya sudah menerima laporan langsung dari dirut rumah sakit. Mereka telah memberikan klarifikasi atas peristiwa itu bahwa, sebenarnya pasien tersebut telah dilayani dengan baik. Akan tetapi, kehendak pasien yang ingin ke luar dari rumah sakit, padahal kondiei pasien masih dalam keadaan lemah dan masih butuh perawatan. Jadi, masalah itu hanya miskomunikasi saja,” jelas Tahlis.(me2t)



