DPRD Bolmong Gelar RDP Hadirkan PT. Conch dan PT. BAM

0
458
Suasana RDP DPRD Bolmong dengan PT.CONCH dan PT.BAM

BOLMORA.COM, BOLMONG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) hari ini menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan perusahaan PT. Conch Cement Sulawesi dan PT. Berlian Asseal Murni (BAM). Senin (14/9/2020)

Rapat yang digelar di ruangan Paripurna DPRD Bolmong juga menghadirkan pihak BPJS Ketenagakerjaan Kotamobagu dan Dinas Tenaga Kerja Bolmong. 

Aleg DPRD Bolmong, Supandri Damogalad mengatakan, bahwa RDP dengan kedua perusahaan tersebut, dikarenakan adanya keluhan dari karyawan.

“Untuk di PT. BAM ada sekitar 14 tuntutan karyawan, satu diantaranya mengenai tuntutan kebijakan pada kondisi saat pandemi, dan persoalan THR serta pesangon,” ujar Sekretaris Komisi III.

Lanjut Supandri, dari pihak DPRD sendiri pada rapat ini meminta kepada perusahan untuk sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan yang telah tertuang pada point tuntutan tersebut. 

“Pihak PT. BAM wajib menyelesaikan dengan membuat surat pernyataan antara pihak perusahaan dengan karyawan yang didalamnya harus melibatkan dinas tenaga kerja. Untuk jangka waktunya penyelesaian diberi selama satu bulan,” ujarnya. 

Sementara untuk PT. Conch Cement Sulawesi sendiri, tambah Supandri, diundang karena ada laporan kecelakaan kerja karyawan yang ada di perusahan tersebut. 

“Kami dari pihak DPR pun meminta mereka untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan ini. Dan hal tersebut direspon baik oleh pihak perusahaan, mereka telah melakukan proses untuk memenuhi kewajiban dalam menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab perusahaan, dan sudah ada beberapa yang telah diselesaikan,” katanya

Sementara itu, Legislator muda Febrianto Tangahu menyesalkan perusahaan besar sekelas PT Conch ternyata masih mengabaikan hak-hak para tenaga kerja. Terbukti saat rapat, anggota DPRD menerima laporan dan ternyata banyak karyawan yang tidak terdaftar sebagai anggota BPJS, baik BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.

“Ini yang kita sesalkan, sekelas perusahan besar seperti PT Conch, mengabaikan hak-hak karyawan seperti kepesertaan sebagai anggota BPJS,” ujarnya dengan suara lantang saat rapat.

Dengan lantang, Politisi Partai Nasdem itu meminta agar pihak perusahaan untuk bertanggung jawab atas insiden yang dialami RZ (Inisial) seorang karyawan PT Conch yang mengalami kecelakaan kerja yang hingga kini tidak dibiayai pihak perusahan karena tidak memiliki kartu BPJS.

Menurutnya, pihak perusahan dinilai telah tak menghargai apa yang menhadi harapan pemerintah soal keselamatan dan perlindungan bagi tenaga kerja.

Sebelumnya salah satu karyawan PT Conch RZ (19) bersama LSM Gempur mengadu ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bolmong karena mengalami kecelakaan saat kerja Senin (7/9) lalu.

Laporan itu agar RZ mendapatkan santunan yang layak dari perusahaan. RZ merupakan korban mengalami kecelakaan, sehingga salah satu jarinya harus diamputasi. Namun sayangnya RZ tidak terfasilitasi sesuai UU Nomor 13 tahun 2003 tentang tenaga kerja. RZ bekerja diketinggian dan jatuh, mengakibatkan punggungnya mengalami sakit, dan sebagian salah satu jarinya harus diamputasi.

“Diduga perusahan tidak menyiapkan Sabuk Tubuh (Full Body Harness), tali pembatas gerak  (work restraint), sebab bila itu ada pasti tidak akan jatuh,” kata Robianto, usai menemui Disnakertrans Bolmong, Senin (7/9) lalu.

Mirisnya lagi, korban saat dirawat di rumah sakit insiden itu, masih menggunakan biaya sendiri, karena tak mengantongi BPJS Ketenagakerjaan. Di rumah sakit korban hanya dua hari, karena memang masih alasan Covid-19, sehingga perawatan dilanjutkan di rumah korban.

“Pengakuan dari keluarga korban, perusahan hanya menjanjikan akan biaya pengobatan korban, bahwa akan mengganti seluruh biaya pengobatan dan perawatan,” kata Rubianto.

Menurut Robianto, dari pengakuan RZ, setiap bulan upahnya dipotong dengan alasan pembayaran asuransi BPJS Ketenagakerjaan. Tapi buktinya hingga saat ini kartu BPJS saja belum dikantongi RZ.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here