Tokoh Masyarakat dan Anggota DPRD Bolmong Apresiasi Langkah PT JRBM

0
530
Tokoh Masyarakat dan Anggota DPRD Bolmong Apresiasi Langkah PT JRBM
Foto Istimewa (Insert Kamran Muchtar, Zulhan Manggabarani dan Wilayah Kerja PT JRBM
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG – Meski secara nasional trend penambahan kasus baru Covid-19 menunjukkan trend penurunan, namun terlihat ada peningkatan jumlah kasus baru di luar Pulau Jawa, termasuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dimana, pada Sabtu (31/7/2021), angka kasus baru di Sulut sebanyak 708 kasus positif Covid-19. Pun sebanyak tiga daerah di Sulut berada pada zona merah atau risiko tinggi Covid-19. Ketiga daerah tersebut yaitu Kota Manado, Bitung, dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Sementara, 10 daerah lainnya berada pada zona orange dan zona kuning. 

Satgas Covid-19 Sulut mengimbau agar memperketat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah desa/kelurahan, hingga di tingkat lingkungan sesuai dengan level dari assesment kasus Covid-19 suatu wilayah. Dia juga berharap, bagi kontak erat wajib melaksanakan karantina sambil menunggu keluarnya hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR), atau segera melakukan pemeriksaan Rapid Diagnotic Test (RDT) antigen.

“Tetap ketat menaati protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak lebih dari dua meter, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama,” imbau Mery. 

Terkait dengan imbauan Satgas Covid-19 Provinsi Sulut tersebut, maka menejemen PT J Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan operasi pertambangan yang berada di Blok Bakan. Pasalnya, saat ini di lingkup kerja PT J Resources Bolaang Mongondow (PT JRBM) ada beberapa karyawan yang dinyatakan positif Covid-19.

Saat dikonfirmasi,  General Manager PT JRBM Irwan Lupoyo mengungkapkan bahwa surat pemberitahuan pemberhentian operasi penambangan dari PT JRBM sudah dilaporkan kepada pemerintah provinsi/kota, kabupaten, bahkan Dinas Kesehatan Provinsi/kota dan kabupaten di mana PT JRBM beroperasi. 

Menurutnya, saat ini sebagian besar karyawan PT JRBM yang melakukan isolasi mandiri di hotel yang ditunjuk juga sudah negatif dari virus Covid-19.

“Ini merupakan hal baik yang harus juga kita tebar. Agar para karyawan dan masyarakat pejuang Covid-19 yakin bahwa pasti sembuh dengan istirahat, minum obat sesuai anjuran dokter dan penanganan yang tepat sesuai protrokol kesehatan,” kata Irwan.

Sementara, Direktur Utama PT JRBM Edi Permadi, menjelaskan terkait alasan mengapa pihaknya harus menutup sementara kegiatan operasionalnya.

“Ini merupakan pilihan terbaik saat ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini juga dilakukan semata-mata untuk melindungi karyawan dan segenap keluarga. Sebab, karyawan adalah aset paling berharga yang harus dilindungi. Meski dengan menghentikan kegiatan operasi harus kehilangan sejumlah potensi pendapatan, namun perusahaan lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan pekerja dan keluarga,” cetusnya.

Dikatakan, selama tidak ada aktivitas penambangan, perusahaan akan melakukan beberapa kegiatan pemulihan, mulai dari penyemprotan disinfektan di beberapa lokasi, seperti mess, kantor dan fasilitas lainnya. 

Selain itu, perusahaan juga akan tetap fokus merawat dan memperhatikan para pekerja yang saat ini sedang isolasi mandiri.

“Mereka akan secara rutin diperiksa dan dirawat oleh dokter perusahaan. Semua kebutuhan mereka diperhatikan. Kami berharap mereka segera sembuh dan bisa kembali bergabung bersama keluarganya,” tandas Edi. 

Dia mengakui bahwa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari satu setengah tahun ini telah berdampak pada semua aspek kehidupan. Termasuk dalam kegiatan operasi pertambangan.

“Kita berharap agar pendemi ini bisa segera berakhir, sehingga aktivitas operasional pertambangan berjalan normal. Pada akhirnya bisa memberi kontribusi bagi bangsa, masyakat dan juga pekerja,” pungkas Edi.

Di lain pihak, Kamran Muchtar Podomi, salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Bolmong juga mendukung penuh langkah-langkah yang dilakukan PT JRBM.

“Langkah penghentian sementara operasional oleh PT JRBM merupakan ikhtiar dan tingkat keseriusan tertinggi dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Masyarakat dan pemerintah wajib memberi apresiasi kepada PT JRBM dan mendukung upaya ini. Ini langkah yang mungkin tidak akan dilakukan oleh perusahan-perusahan sebesarPT JRBM, karena sudah sangat terkait dengan biaya. Sebagai masyarakat di lingkar tambang, saya mengajak seluruh masyarakat dan stakeholder untuk membantu dan mensupport langkah-langkah PT JRBM,” imbuh Kamran.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kabupaten Bolmong dari Fraksi Partai Golkar Zulhan Manggabarani mengatakan bahwa, penghentian sementara kegiatan operasi penambangan oleh PT JRBM harus didukung.

“Ini adalah langkah yang sangat serius dari PT JRBM untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Saya yakin, upaya ini dilakukan untuk kepentingan kemanusiaan. Kita tahu bersama, sejak awal bulan April 2020 PT JRBM sudah menerapkan protokol kesehatan untuk seluruh karyawannya dengan SOP yang sangat ketat. Bukan hanya 3M, tapi juga 3T (testing, treasing, treatment). Tapi, bagaimanapun ini adalah virus, tetap saja ada yang terpapar. Yang terpenting bagi saya adalah kita harus memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada manajemen PT JRBM yang sudah melakukan perlindungan terhadap karyawan,” paparnya.

Yang terpenting juga, lanjutnya, semua pihak taat dengan protokol kesehatan. Masyarakat taat dengan 5M, dan pemerintah terus menerus melakukan melakukan testing, treasing dan treatment.

“Kalau saya perhatikan, tidak ada perusahaan maupun unit organisasi apapun yang melakukan hal yang sama seperti PT JRBM, dalam hal penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerjanya,” sebut Zulhan.

(*/Redaksi) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here