Mulai 1 September, Tenaga Medis Tanpa STR dan Satpam Tanpa Sertifikat Sekuriti Tidak Lagi Bekerja

0
27003
Mulai 1 September, Tenaga Medis Tanpa STR dan Satpam Tanpa Sertifikat Sekuriti Tidak Lagi Bekerja
Kepla BKPP Kota Kotamobagu Sahaya Mokoginta, saat memimpin apel di RSUD Kotamobagu

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Kotamobagu, kembali mengimbau kepada para tenaga medis yang belum mempunyai Surat Tanda Registrasi (STR) dan Satpam tanpa Sertifikat Sekuriti, untuk tidak lagi bekerja mulai 1 September.

“Keberadaan STR bagi seorang tenaga kesehatan sangat penting sebagaimana ketentuan Undang-undang Nomor 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan, karena itu menandakan tenaga kesehatan tersebut telah teregistrasi,” ujar Kepala BKPP saat memimpin apel di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu, Kamis (30/8/2018).

Menurutnya, tidak hanya tenaga kesehatan di RSUD yang harus memiliki STR, tapi semua tenaga kesehatan di lingkungan Pemkot Kotamobagu.

“STR itu diibaratkan SIM kita saat mengendarai kendaraan bermotor, yang menjadi syarat bagi seorang tenaga kesehatan. Jadi, kita memiliki STR dan semua tenaga kesehatan wajib memilikinya. Hal ini juga guna meningkatkan pelayanan kesehatan kita yang lebih profesional dan tenaga medis yang terjamin kompetensinya,” terang Sahaya.

Dia juga menambahkan, hal tersebut pun berlaku bagi Satpam.

“Satpam juga wajib untuk memperoleh sertifikat Sekuriti. Bagi yang tidak memenuhi syarat tentu tidak bisa lagi bekerja, karena penggajian kita tutup sampai Agustus 2018,” tutup Sahaya.

(me2t)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here