Didemo Warganya, Sangadi Boroko Timur Tuding Aksi Tersebut Ditunggangi

0
356
Didemo Warganya, Sangadi Boroko Timur Tuding Aksi Tersebut Ditunggangi
Demo puluhan masyarakat desa Boroko Timur yang meminta sangadi mereka diberhentikan
Advertisement

BOLMORA, BOLMUT – Senin (21/8/17) pagi tadi, kantor Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolmut, mendadak ramai dikerumuni warga. Usut punya usut, ternyata puluhan warga yang berasal dari Desa Boroko Timur tersebut melakukan aksi demonstrasi yang menuntut agar sangdi (kepala desa,red) mereka diberhentikan. Tuntutan tersebut atas alasan yang ditudingkan masyarakat bahwa sangadi mereka sudah tidak fokus lagi mengurus urusan kemasyarakatan, malah sebaliknya sangadi terkesan sibuk mengusrus urusan pribadinnya.

“Kami minta pemerintah kecamatan dapat mempresur tuntutan aspirasi kami. Kami tidak mau lagi dipimpin oleh sangadi yang cuma sibuk dengan urusannya pribadi. Apalagi sebagai panutan, dia (sangadi) sudah tidak layak lagi menajdi panutan kami, karena telah bercerai sebanyak dua kali dan menikah sebanyak tiga kali,” ujar sejumlah warga, yang menyampaikan aspirasi di kantor Camat Kaidipang.

Terpisah, Sangadi Boroko Timur Robby Pakaya, saat diwawancarai sejumlah awak media di halaman kantor Camat Kaidipang, menuding bahwa demo yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat tersebut sarat kepentingan. Bahkan Robby menuding ada oknum-oknum tertentu yang sengaja memperkeruh masalah yang sebenarnya adalah konsumsi pribadinya sendiri.

“Saya menghormati apa yang saat ini disampaikan masyarakat. Tapi yang jadi pertanyaan saya, mengapa urusan pribadi yang justru bukan menjadi rana publik harus diumbar-ubar di sini. Jelas tuntutan warga ini ada muatan kepentingan, dan sengaja ditunggangi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di balik aksi ini,” ujar Pakaya.

Menurutnya, jika pun masyarakat mengangapnya tak profesional lagi, maka ia berharap hal itu dibuktikan. Pasalnya, setiap program yang dilaksanakan di wilayahnya justru berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

“Aksi ini saja hanya melibatkan beberapa orang dari 1.600 warga yang ada di desa. Bahkan beberapa orang telah memberikan tanca tangan, mengaku jika tanda tangan yang mereka berikan tersebut diminta oleh oknum tertentu dengan alasan akan ada kegiatan dan butuh dukungan masyarakat, tapi nyatanya dukungan tanda tangan mereka dimanfaatkan oleh oknum-oknum tersebut untuk menjatuhkan saya,” bebernya.(irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here