Korban Covid-19 “Cluster PT JRBM” Terus Bertambah, LP2KP Sentil Sikap dan Kebijakan Pemerintah

0
665
Korban Covid-19
Anggota Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP), Divisi Intelejen dan Investigasi Sumitro Molot
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG – Bertambah satu lagi Karyawan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) yang meninggal dunia, dan telah dimakamkan sesaui protokol kesehatan (Prokes) Covid-19, Sabtu (31/7/2021). Almarhum bernama Hendra Podomi, warga Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Informasi yang diperoleh dari pihak keluarga, almarhum diduga terinfeksi Covid-19 di area Site PT JRBM, dengan hasil pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction)reaktif. Almarhum sempat diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kotamobagu, sampai akhirnya meninggal dunia, pada Jumat (30/7/2021) malam.

Dengan bertambahnya karyawan PT JRBM yang meninggal diduga akibat Covid-19, rupanya menimbulkan keprihatinan dan kekhawatiran dari masyarakat maupun sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari Anggota Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah (LP2KP), Divisi Intelejen dan Investigasi Sumitro Molot.

Dia mengungkapkan keprihatinannya atas meninggalnya karyawan PT JRBM yang diduga terjangkit Covid-19 di areah kerja. Sementara, sejauh ini pemerintah daerah belum mengambil sikap dan kebijakan nyata tentang pencegahan.

“Yang saya perhatikan, pemerintah daerah terkesan lamban dalam mengambil sikap dan kebijakan. Parahnya lagi, pihak PT JRBM enggan merilis ke publik secara resmi jumlah korban yang meninggal. Padahal, pandemi ini bukan hanya berimplikasi ke internal PT JRBM, bisa jadi berakibat ke keluarga atau warga di lingkungan yang bersangkutan tinggal. Ingat, saat ini tidak sedikit tenaga kerja yang bekerja di PT JRBM asalnya dari wilayah desa Hulu Ongkag bersatu. Hari ini saya bicara sebagai sikap peduli kami,” ungkap Sumitro, yang juga menjabat Sekretaris Komunitas Masyarakat Adat Hulu Ongkag. 

Menurutnya, kalau memang pihak perusahaan tak berniat menyampaikan ke ruang publik terkait data sebenarnya, maka pihaknya yang akan membeber, dengan data yang dimiliki.

“Kami sudah punya data yang cukup valid. Kemarin saja, satu orang korban meninggal sudah dikremasi-kan. Kemudian sebelum itu, ada satu warga Kecamatan Modayag juga sudah dimakamkan. Mereka itu adalah karyawan korban serangan Covid kluster PT JRBM. Jika ini akan terus berlanjut, kami sebagai Lembaga Pemantau Kinerja Pemerintah akan membuat catatan, kemudian akan kami teruskan ke dewan pengurus pusat,” tegasnya.

Pun hingga berita dini dipublis, upaya konfirmasi ke pihak PT JRBM belum berhasil. Sejumlah nomor handpone milik beberapapetinggi PT JRBM dalam keadaan nonaktif saat dihubungi.

(Hendra)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here