Bupati Bolmong Dampingi Peraih Penghargaan Kalpataru 2019

0
191
Bupati Bolmong Dampingi Peraih Penghargaan Kalpataru 2019
Penyerahan Nominee Kalpataru kepada Bapak Marsidi Kadengankang Kategori Perintis Lingkungan di dampingi Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokoagow dan Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M. Sc

BOLMORA.COM, BOLMONG – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti soepredjo Mokoagow, mendampingi Marsidi Kadengkang, warga Desa Mengkang, Kecamatan Lolayan, saat menerima nominasi peraih penghargaan Kalpataru 2019, kategori perintis lingkungan, di Hotel Ibis Slipi, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Diketahui, Marsidi merupakan satu di antara sebelas penerima penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, kepada individu maupun kelompok yang dinilai telah merintis lingkungan di suatu daerah.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bolmong Abdul Latief, penghargaan tersebut diberikan Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bambang Supriyanto.

“Penghargaan ini diharapkan menjadi  motivasi untuk semua kader lingkungan yang ada di Kabupaten Bolmong, terutama bagi desa Mengkang sendiri, akan lebih meningkatkan ide-ide kreatif tentang lingkungan,” harapnya.

 Latif juga menuturkan, penghargaan Kalpataru merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Pusat kepada individu maupun kelompok yang dinilai berjasa dalam merintis, mengabdi, menyelamatkan dan membina upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan, dengan kategori perintis lingkungan, pengabdi lingkungan, penyelamat lingkungan dan pembina lingkungan.

“Kita berharap penghargaan ini dapat memberikan motivasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” kata Latief.

Sementara itu, Marsidi Kadengkang, yang juga perintis penanaman di areal penyangga Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) menuturkan, perjuangannya meraih penghargaan Kalpataru 2019 berawal pada tahun 2006. Saat itu, dirinya masih menjabat sebagai Kepala Desa Mengkang,  yang merasa tidak nyaman dengan keadaan kondisi gelap gulita setiap malam di desanya. Ia pun berinisiatif menggerakan warganya untuk membuat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), dengan memanfaatkan pasokan air yang melimpah di suangai yang berada disanya. Denagn biaya dan tenaga yang disumbangkan oleh seluruh masyarakakat desa, akhirnya mereka berhasil membangun instalasi listrik tanpa bahan bakar minyak, dan pemeliharaan mesin yang relatif mudah.

“Sebelumnya desa kami gelap gulita karena tidak dimasuki PLN, dan itu sangat mengganggu. Dengan adanya PLTMH, kini setiap rumah yang ada di desa kami mendapat jatah listrik sekitar 160 watt. Kami tidak bergantung pada PLN, namun bisa menikmati terangnya malam,” kata lelaki 62 tahun tersebut, saat dikonfirmasi, Selasa (9/7/2019).

Perlu diketahui, lelaki paruh baya ini bukan kali ini saja meraih penghargaan. Pada tahun 2011, koran Manado Post memberinya penghargaan atas dedikasi dan pengabdiannya mengangkat dan mengharumkan nama Sulut pada Manado Post Award. Di tahun 2012, tiga penghargaan sekaligus diraihnya, yakni sebagai kader terbaik konservasi alam dari Kementerian Kehutanan, kemudian dari negara Kanada diberikan penghargaan atas dukungannya terhadap keberhasilan pelaksanaan program CIDA di Sulawesi, serta PT Astra Honda Motor sebagai pejuang kehidupan Honda bidang konservasi energi terbarukan.

 (agung)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here