Herson Disebut “Tokoh Toleransi Nasional” Saat Menghadiri Perkemahan Pemuda KGPM se-Indonesia

0
260
Herson Disebut
Tokoh Toleransi Sulut, Hi. Herson Mayulu saat disambut panitia Perkemahan Pemuda KGPM/Foto: Istwa

BOLMORA.COM, BOLMONG – Tokoh Toleransi Sulawesi Utara, Hi Herson Mayulu menghadiri undangan  perkemahan raya Komisi Pemuda dan Remaja (KPR) Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Se-Indonesia tahun 2019, di Desa Mariri Baru, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Rabu 26 Juni 2019.

Hi.Herson Mayulu, yang akrab disapa H2M ini, hadir dalam rangka memberikan materi tentang peran kepemudaan.

H2M, yang juga mantan Bupati Bolsel dua periode, memang dikenal ketokohannya. Tak heran jika kedatangannya disambut hangat oleh ribuan peserta dan panitia kegiatan.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu tokoh gereja di Bolmong, Marthen Tangkere. Ia mengatakan, bahwa karakter H2M, sangat menjaga hubungan antara umat beragama.

“Saya kenal pak Herson sudah lama, dalam hal toleransi beliau sudah sejak dulu seperti itu, ” kata Marten Tangkere.

Hal senada, juga disampaikan oleh Gabriel, salah satu peserta kegiatan. Ia mengatakan, bangga akan kehadiran Pak Herson Mayulu.

“Torang kira pak herson cuma saat-saat kampanye mohadir di acara seperti ini. Ternyata tidak, sampe itu, Torang bangga dengan kehadiran Herson, ” ungkap Gabriel.

Sementara itu, dalam sambutannya, H2M memberikan materi tentang sikap generasi muda di zaman era milineal saat ini.

Ia mengatakan, bahwa di dalam undang-undang nomor 40 tahun 2009 tentang kepemudaan tertulis, bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penuh pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enam belas) sampai 30 tahun

“Ada pepatah mengatakan, barang siapa menguasai generasi muda berarti menguasai masa depan bangsa. Ini berarti masa depan bangsa, sampai daerah terletak di tangan generasi muda atau pemuda remaja,” ujar H2M.

Dalam kehidupan suatu bangsa, lanjut H2M, bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam kemajuan terhadap peradaban bangsa. Hal ini sebagai mana tercatat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. H2M mencontohkan, beberapa tokoh pejuang muda pada zamannya, seperti Ir Soekarno, Moh. Hatta, Jenderal Sudirman, Sutan Syahrir dan Bung Tomo yang terus berjuang tanpa henti, dalam memerdekakan bangsa Indonesia.

“Melalui momen kemah bhakti pemuda dan remaja, pemuda dituntut untuk lebih inovatif untuk membangun daerah,” ungkapnya.

Di jelaskannya, bahwa pemuda harus ikut berpartisipasi dalam membangunan daerah. Sehingga pemuda dituntut untuk mendukung program pemerintah mulai dari desa hingga tingkat daerah.

Di sisi lain, Penatua Steven Lintong, selaku panitia kegiatan mengatakan, bahwa diundangnya Hi Herson Mayulu, dalam rangka memberikan materi tentang kondisi pemuda. Ia juga menilai bahwa H2M adalah tokoh toleransi Sulawesi Utara, yang setara dengan Tokoh Nasional.

“Bagi saya Pak Herson itu, Duta Toleransi Nasional, “ ujar Lintong.

Penatua Steven Lintong juga menjelaskan, bahwa perkemahan pemuda dan remaja ini merupakan jawaban dan panggilan Gereja dalam peran membina dalam membentuk generasi millenial yang memiliki integrilas diri, muda, kuat berhikmat menghadapi perkembangan zaman. (**)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here