Aldo Sempat Dilarang Istrinya Pergi ke Lokasi Tambang Illegal

0
455
Aldo Sempat Dilarang Istrinya Pergi ke Lokasi Tambang Illegal
Tampak suasana di rumah duka, korban tertimbun di lokasi tambang illegal

BOLMORA.COM, BOLMONG – Korban yang tertimbun material bebatuan di lokasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), ternyata sudah ada firasat buruk dari pihak keluarga.

Diketahui, pada Selasa (25/6/2019) sekitar pukul 15.00 WITA, kembali terjadi kecelakaan kerja di lokas pertambangnan emas illegal yang sudah sering memakan korban nyawa. Korban kali ini adalah Rifaldo Mokoagow (26) alias Aldo, penambang asal Desa Bakan.

Menurut isrti korban Selvi Puhi (20), dirinya sempat melarang suaminya untuk pergi ke lokasi tambang telarang tersebut, karena langit dalam keadaan mendung.

“Sambil menangis, Selvi mengatakan sudah melarang suaminya agar tidak pergi ke lokasi tambang terlarang, karena cuaca sedang tidak baik dan sudah punya firasat buruk,” ungkap kerabatnya, yang tidak ingin namanya dipublis.

Sebelum kejadian naas itu terjadi, ibu korban pergi ke Kota Kotamobagu untuk menjual hasil material emas yang didapatkan Aldo beberapa hari lalu.

“Sore itu saat kejadian, ibunya baru balik menjual material emas milik Aldo di Kota Kotamobagu,” ujarnya.

Selain itu, menurut salah seorang penmbang, sebelum kejadian sudah ada pertanda tidak baik yang dialami mereka. Di mana, sebelum masuk ke dalam lubang untuk mengambil material (Rep), terdengar suara burung di depan lubang.

“Saat sedang makan, terdengar suara burung berteriak di gungung. Saat itu saya mempunyai firasat yang tidak baik, karena saat longsor sebelumnya juga terdengar suara burung hitam berteriak,” ujar M. Kamasaan.

(Agung)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here