Politik

JaDi-Jo Tidak Tahu Kotamobagu Sudah Capai Era Bonus Demografi Sejak 2010, Berikut Ulasan dan Videonya

BOLMORA, POLITIK – Hal menarik yang tersaji di debat publik putaran pertama yang dilaksanakan oleh KPU Kota Kotamobagu, di gedung DPRD Kota Kotamobagu, Senin (16/4/2018) kemarin, dengan tema ‘Optimalisasi Sumber Daya dan Investasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat’.

Pada sesi ketiga, yakni tanya jawab antar kedua pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu 2018-2023, selain pertanyaan Spa yang menjadi lelucon para nitizen, pertanyan bonus demografi Kota Kotamobagu juga menjadi salah satu pertanyaan yang menarik dari Paslon nomor urut 1 Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TB-NK).

“Saya ingin mengetahui apakah pasangan nomor dua (JaDi-Jo) tahu mengenai era bonus demografi, dan apakah Kota Kotamobagu hari ini sudah masuk Bonus Demografi atau belum,” tanya calon Wali Kota Kotamobagu nomor urut 1 Tatong Bara.

Menjawab pertanyaan tersebut, calon wali kota nomor urut 2 Jainuddin Damopolii mengatakan, era bonus demografi nanti akan dihadapi ke depan.

“Hari ini kita perlu membekali remaja-remaja, dan anak-anak kita untuk memasuki hal tersebut. Kota Kotamobagu berencana akan membekali mereka, sehingga mempunyai sumber daya yang produktif selang usia era demografi,” terang Jainuddin.

Pun demikian dengan calon Wakil Wali Kota nomor utut 2 Suharjo Makalag, saat menambahkan jawaban dari pasangan nomor urut 1.

“Bonus demografi ini terkait dengan wilayah. Di mana, manusia-manusia ataupun penduduk berada terkait dengan usia yang disampaikan tadi. Ke depannya, program-program yang sudah disampaikan lewat visi misi tadi bisa menunjang hal tersebut, sehingga datang waktunya Kota Kotamobagu siap dengan hal-hal yang sesuai dengan harapan kita bersama,” tambah Suharjo.

Menanggapi hal tersebut Tatong Bara mengatakan bahwa, dirinya dengan Wakil Wali Kota (Jainuddin) adalah pasangan sepaket waktu lalu, tapi mungkin wakil sudah lupa tentang bonus demografi.

“Tahun 2010 era bonus demografi sudah tercapai. Disinilah konsentrasi kita, diusia 15-65 tahun penduduk Kota Kotamobagu yang berjumlah 72,82 persen, amat sangat tinggi. Inilah tujuan masyarakat Kota Kotamobagu untuk mendorong bagaimana kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera lagi, sesuai dengan tema kita hari ini,” urai Tatong.(me2t)

Berikut Videonya:

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button