Kimong Segera Running, Investor Mulai Berdatangan di Bolmong

0
Kimong Segera Running, Investor Mulai Berdatangan di Bolmong
Suasana rapat Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah Pemkab Bolmong

BOLMORA.COM, BOLMONG – Satu persatu perusahaan di Kawasan Industri Mongondow (Kimong) mulai masuk di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Cikal bakal, awal pergerakan Kimong didahului dengan pengembangan kebun kopi jenis arabika oleh PT. Satya Agro Lestari. Ini dibuktikan dengan mulainya rapat Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, atas laporan hasil survei pendahuluan atas Areal Penggunaan Lain (APL) di wilayah Kecamatan Bilalang, Kecamatan Passi Barat, dan Kecamatan Poigar bersama PT. Satya Agro Lestari, di Kantor Bappeda Bolmong, Jumat (19/3/2021).  

Kepala Dinas Perkebunan Bolmong Taufik Mokoginta mengatakan, perusahaan ini merupakan komitmen Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, berkaitan dengan Kimong.

“Ini awal dari pergerakan Kimong. Jadi, Kimong segera running,” ujar Taufik, usai rapat.

Dikatakan, dengan hadirnya kawasan industri ini, diharapkan dapat menyerap tenaga kerja yang signifikan. Ia memperkirakan tenaga kerja yang dibutuhkan dari menanam sampai panen perdana mencapai  26 ribu HOK (hari orang kerja).

Menurutnya, saat ini kesiapan tenaga kerja di Kabupaten Bolmong mencapai 70 ribu jiwa. Jika dibutuhkan 25 ribu jiwa, maka delapan persen pekerja akan terserap di projek ini.

“Dari menanam sampai panen, dibutuhkan jangka waktu sekitar dua tahun. Selama dua tahun itu, diperkirakan akan menyerap 25 ribu tenaga kerja,” ujarnya.

Dibeber, alasan pihak perusahaan memilih lahan APL seluas 2.400 hektare di tiga kecamatan tersebut, dikarenakan ketinggian kawasan tersebut di atas 900 sampai 1.000 MDPL.

“Ketinggiannya cocok untuk jenis kopi arabika,” ujarnya. 

Saat ditanyakan apakah perusahaan tersebut sudah memenuhi syarat. Ia menjawab, saat ini pihaknya melakukan survei lapangan di areal calon perkebunan kopi tersebut, dan semuanya memenuhi syarat.

“Tata ruangnya ok, karena masuk di kawasan perkembangan perkebunan. Dari lingkungan hidup, juga tidak ada masalah. Dari KPH II juga ok, karena ini bukan masuk di hutan lindung,” ucap Taufik.

Disampaikan juga, keseluruhan nilai investasi Kimong mencapai 165 triliun. Kata dia, jika proyek Kimong mulai berjalan denagn nilai investasi sebesar ini, maka dipastikan tenaga kerja di Bolmong bisa terserap semua.

“Dari yang saya baca di Bappeda, nilai investasi Kimong mencapai 165 triliun. Jika semua ini sudah mulai berjalan, maka tenaga kerja di Bolmong bisa terserap. Jadi, nantinya tidak ada lagi orang Bolmong yang bakal susah,” paparya.  

Sementara itu, penanggung jawab teknis di PT. Satya Agro Lestari Amos Skenda, menyebut nilai awal investasi perkebunan kopi arabika ini mencapai 25 Miliar.

“25 Miliar ini baru awal. Anggaran itu untuk dua tahun tahap pembangunan,” ucapnya. 

Lanjut dia, ini adalah investasi padat karya, karena hampir semua pekerjaan mengunakan jasa manusia. Dimulai dari penanaman sampai pemetikan buah. Maka dari itu, bisa dipastikan perusahaan ini membuthkan pekerja yang cukup banyak.

“Nantinya, tenaga kerja yang akan diserap sesuai dengan skil,” ujar Skenda.

Ia mengatakan, kawasan seluas 2.400 hektare tidak akan digunakan semua. Seperti di bantaran sungai dan kawasan yang miring.

“Kita akan menanam kopi di kawasan penggolahan lahan terbatas,” lugasnya.

 (Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here