Warga Moyag Tampoan Sulap Batok Kelapa Jadi Barang Bernilai

0
142
Warga Moyag Tampoan Sulap Batok Kelapa Jadi Barang Bernilai
Kerajinan Batok Kelapa. Foto Istimewa

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU- Memanfaatkan limbah untuk dijadikan komoditas bukan lagi menjadi hal yang mustahil. Limbah yang menurut sebagian orang tak berharga, ternyata bisa menjadi produk yang laku dijual di pasaran. Misalnya, limbah batok kelapa atau tempurung, bisa dijadikan ragam aksesoris dan bahan rumah tangga seperti; mangkok, teko, kaligrafi, asbak dan aneka kerajinan lainnya.

Hal inilah yang dilakukan I Made Mangku warga Desa Moyag Tampoan, Kecamatan Kotamobagu Timur. Meski baru 1 (satu) tahun lebih menggeluti usaha tersebut, namun hasilnya sudah sangat membantu kebutuhan keluarganya.

“Hasilnya lumayan untuk memenuhi kebutuhan kami. Yang memesan dari kalangan pejabat dan pengusaha warung kopi. Kalau harga bervariasi tergantung pesanan,” ujarnya.

Ia mengaku, keterampilannya itu diperolehnya berkat pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

“Saya bersyukur mengikuti pelatihan itu dan bisa mengembangkannya menjadi usaha yang saat ini saya geluti,” ungkapnya.

Menurutnyanya, untuk bahan baku tidak susah mendapatkannya. Hanya diambil disekitar rumah.

“Tempurung sangat mudah didapat, hampir semua rumah pasti ada. Jadi untuk bahan baku banyak tersedia,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Masita Buntuan mengatakan, salah satu program yang menjadi fokus Pemkot Kotamobagu yakni mendorong para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kreativitas dan mengembangkan berbagai potensi yang ada di daerah ini.

“Salah satunya limbah batok kelapa, ini bisa dibuat kerajinan tangan yang memiliki nilai jual tinggi. Diharapkan para pengrajin nantinya bisa menciptakan produk yang lebih baik lagi dan bisa dipasarkan hingga keluar daerah,” katanya.

(*/Me2t)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here