Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Bolmong

Yasti Bakal Laporkan Aktivitas Tambang CV Indah Sari Ke Gubernur Sulut

BOLMORA.COM, BOLMONG — Aktivitas perusahaan tambang pasir milik CV Indah Sari, di Desa Lalow Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) berdampak negatif pada pembangunan Bandar Udara (Bandara) Loloda Mokoagow. Pantauan Bolmora.com,  lokasi Bandara tersebut sebagian lintasan runway rusak akibat keluar masuknya pemuatan matrial pasir besi milik perusahaan tersebut.

Banyaknya truk lalu lalang milik perusahaan pada lokasi tersebut membuat beberapa meter runway mengalami gundukan tanah yang tidak teratur. 

Masyarakat Desa Lalow pun sempat bereaksi untuk menghentikan aktifitas pertambangan tersebut, namun hal tersebut direndam oleh Kepala Desa (Sangadi) Lalow Stendry Kastilong yang mengundang masyarakat serta pihak penanggung jawab CV Indah Sari di Balai Desa Lalow, Selasa (18/02).

Menanggapi kejadian ini Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow akan meminta Pemerintah Provinsi mencabut izin milik perusahaan.

 “Oh tidak bisa, itu nanti kita akan lapor ke pak Gubernur untuk segera cabut izinnya,”ungkap Yasti usai membuka kegiatan Bupati Cup Lapangan Yon Armed Bogani Kecamatan Lolak.

Menurut Yasti, hasil kesepakatan dengan pemerintah provinsi sebelumnya jika bandara telah selesai dibangun maka perusahaan harus keluar dari aktifitasnya.

 “Hasil kesepatakan sudah clear, kalau bandara sudah selesai mereka (perusahaan) harus keluar, tapi kalau runway sudah dibuat rusak kita harus segera laporkan untuk dicabut izinya,”tegas Yasti.

Sebelumnya Bupati Yasti sempat menghentikan sementara aktifitas CV Indah Sari, saat dirinya melakukan sidak pada perusahaan tersebut. Saat itu perwakilan CV Indah Sari tidak bisa menunjukan izin usaha miliki mereka. Namun penghentian aktifitas perusahaan tersebut tidak berlangsung lama, sebab sepekan setelah itu perusahaan menunjukan adanya perpanjangan izin  seluas 18 hektar juga tepat berada di dekat lokasi pembangunan bandara Raja Loloda Mokoagow.

Sementara itu Sangadi Lalow Stendry mengaku masyarakat Lalow sudah bereaksi dan akan memboikot aktifitas perusahaan. Alasannya aktifitas perusahaan selain merusak runway bandara, juga telah mengeruk material di pesisir hingga mendekati lintasan aspal jalan dekat bandara.

“Ini tidak dibenarkan meski perusahaan memiliki izin namun dampak lingkungan dan sekitar harus dilihat juga,”ungkap Stendry.

Stendry mengaku, masyarakat Lalow sudah berkumpul dan bersiap menutup perusahaan, namun dirinya terlebih dahulu mengetahui informasi tersebut kemudian mengambil langkah untuk lakukan mediasi. 

“Mereka sudah berkumpul sejak pagi, tapi saya inisiatif hubungi perusahaan untuk mediasi dengan mereka,”kata dia.

Wakil Ketua DPRD Sukron Mamonto saat itu berjanji akan mengundang hearing pihak perusahaan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai penanggung jawab dikeluarkannya analisis lingkungan.

“Hasil pertemuan hari ini kita akan bahas nanti di rapat dengar pendapat dengan perusahaan dan instansi terkait, apalagi ini sudah merusak runway bandara,”ucap Sukron.

Sementara itu Penanggung Jawab CV Indah Sari Richard mengaku, mereka telah mengantongi izin dari Pemerintah Provinsi Sulut sejak 2018 silam, ada pun kata dia, perusahaan sudah beroprasi sejak 2005. 

“Kita beroprasi sejak 2005, namun tidak selalu beroperasi karena beberapa faktor, terakhir izin kami diperpanjang tahun 2018 lalu,”kata Richard.

Soal kerusakan runway bandara, Richard mengakui jika ada aktifitas keluar masuk milik perusahaan, namun kata dia, kerusakan juga terjadi karena adanya warga lokal yang mengambil matrial di perusahaan.

“Memang kerusakan disebut akibat kami, tapi ada juga warga lokal yang mengambil matrial menggunakan truk melintas lewat disitu, jadi ini tidak serta merta akibat masyarakat,”tutur dia.

Pada kesempatan tersebut Richard berjanji perusahaan akan memperbaiki runway yang sudah rusak dengan menimbun kembali. Sementara untuk aktifitas pengerukan matrial sendiri, akan dihentikan di pesisir yang mendekati jalan aspal dekat bandara. 

“Runway kita akan perbaiki dengan menimbun kembali, kalau soal menghentikan aktifitas kita tidak bisa, tapi kita tidak akan mengeruk matrial di pesisir dekat jalan aspal yang sudah dibangun,”aku Richard.

(Agung).

editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Back to top button