Isu Kenaikan Harga Gas Elpiji 3 Kg Mulai Resahkan Masyarakat Bolmong

0
220
Sejumlah warga di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) resah dengan kabar bakal naiknya harga gas elpiji 3 kg, akibat pencabutan subdisi
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG – Sejumlah warga di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) resah dengan kabar bakal naiknya harga gas elpiji 3 kg, akibat pencabutan subdisi.

Ningsi, warga Desa Solog mengatakan, naiknya harga elpiji akan menambah beban ekonomi keluarganya.

“Baru saja BPJS naik, kini elpiji naik lagi. Kalau begini keadaannya bikin tambah susah saja,” sebutnya.

Dia mengaku bahwa keluarganya sulit berpaling dari gas, sedangkan minyak tanah mahal dan terbatas, kayu api pun kini sulit dicari.

“Solusinya, kami harus membatasi pengeluaran,” katanya.

Afif Paputungan, juga warga Lolak mengaku tak bisa membayangkan jika harga gas elpiji naik jadi Rp36 ribu.

“Sekarang saja sudah sulit, harga-harga naik semua, apalagi jika elpiji naik,” keluhnya. 

Sebagai nelayan, Afif tergolong miskin. Namun, ia tak terdata dalam program-program bantuan sosial. Bisa dipastikan ia tidak akan menerima elpiji subsidi. Selain berprovesi sebagai nelayan, ia menyandarkan hidup pada kantin kecil yang menjual pisang goreng.

“kalu begini kondisinya, bisa saja usaha saya tutup,” cetus Afif.

Diketahui, elpiji subsidi hanya akan disalurkan pada kaum miskin lewat skema penyaluran yang diatur.

Kepala Dinas Perdagangan dan ESDM Bolmong Tonny Toligaga mengatakan, pihaknya masih menanti jumlah kuota dari provinsi.

“Kita dapat tambahan kuota saat Natal dan tahun baru lalu, makanya kita masih nantikan hasilnya,” ungkapnya.

Terkait pencabutan subdisi, ia mengaku masih menanti adanya putusan resmi.

“Kita nantikan saja,” tutup Tonny.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here