Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Ekbis

Tahun 2017, Inflasi Indonesia Diperkirakan di Bawah 4 %

BOLMORA, EKBIS – Salah satu faktor yang harus diwaspadai dalam mempertahankan, bahkan meningkatkan target inflasi yang ditetapkan pemerintah, yaitu pergerakan harga bahan Bakar Minyak (BBM). Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan sepanjang tahun 2017, laju inflasi akan sesuai dengan target yang ditetapkan, yakni sebesar 4 persen plus minus 1 persen.

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengungkapkan, keyakinan itu didapat dari keberhasilan pemerintah dalam mencapai inflasi sebesar 3,02 persen sepanjang tahun 2016.

“Inflasi 3,02 persen ini kami surprise sekali. Saya kira tahun ini masih di bawah 4 persen,” ujar Sasmito, di kantornya, Selasa (3/1/2016).

Bahkan ia memperkirakan di bulan Januari 2017, laju inflasi akan lebih rendah dibandingkan capaian inflasi pada Januari 2016 yang berada di angka 0,51 persen.

Salah satu komponen yang berkontribusi kepada inflasi, disebutnya akan mengalami penurunan harga sehingga memberi pengaruh rendahnya inflasi, yakni harga cabai rawit.

“Saya harap harga cabai rawit bisa turun, itu menekan inflasi. Walau memang tarif listrik akan naik, tapi kemungkinan inflasi tidak terlalu tinggi,” imbuhnya.

Untuk harga cabai rawit, dalam beberapa bulan terakhir berada dikisaran yang tinggi. Data terakhir BPS mencatat, harga cabai rawit pada akhir November berada dikisaran Rp40.855 per kilogram. Namun dipenghujung Desember, harga menanjak tajam menjadi Rp72.822 per kilogram.

“Cabai rawit sekarang harganya naik. Harga tinggi ini membuat banyak orang menanam cabai. Khawatirnya, Januari-Februari stok meningkat, sehingga harga turun tajam. Dari segi inflasi, ini akan menekan inflasi Januari,” urai Sasmito.

Sentimen lain yang juga menekan inflasi, yakni kebijakan penurunan harga gas bagi sejumlah industri yang rencananya diberlakukan mulai Januari ini.

Sasmito menilai, penurunan harga gas akan mendorong sejumlah industri untuk menurunkan harga penjualan yang selanjutnya mempengaruhi inflasi. Dia  meramalkan, penurunan harga gas akan memberi imbas kepada daya beli konsumen yang diperkirakan akan terkoreksi sekitar 1,12 persen, sehingga menekan inflasi.

Sementara untuk rencana kenaikan tarif listrik, lanjut Sasmito, diperkirakan tak mengganggu laju inflasi, selama kenaikkan dilakukan secara bertahap oleh pemerintah, yakni di bulan Januari dan Maret mendatang.

“Sebetulnya, Desember kemarin ada kenaikan tarif listrik juga. Nanti ada lagi di Januari dan Maret. Tapi kalau dinaikkan bertahap, imbasnya kecil terhadap inflasi,” terangnya.

Menurut Sasmito, hanya satu komponen yang harus benar-benar diperhatikan pemerintah untuk menjaga laju inflasi di tahun depan, yakni pengaturan harga bahan bakar minyak (BBM). Dia menyebutkan, di tahun ini harga BBM global diperkirakan merangkak naik, sehingga pemerintah perlu pula mengatur harga BBM agar inflasi tak meninggi.

“BBM global sepertinya akan naik juga. Tinggal nanti bagaimana kita ikut menyesuaikan juga atau tidak. Kalau naiknya bertahap sih, saya rasa tidak masalah ke inflasi,” tutupnya.

Sumber: CNN Indonesia

editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Back to top button