Hasil Laboratorium Air Sungai Buyayut Tercemar, Masyarakat Buyat Terima Dampaknya

0
556
Hasil Laboratorium Air Sungai Buyayut Tercemar, Masyarakat Buyat Terima Dampaknya
Foto ilustrasi pencemaran
Advertisement

BOLMORA.COM , BOLTIM – Aktivitas pertambangan emas yang dilakukan oleh PT Sumber Energi Jaya (SEJ) di Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara berdampak hingga ke wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Hal tersebut dibuktikan dengan keluarnya hasil penelitian baku mutu air anak Sungai Buyayut yang bermuara di Sungai Buyat Desa Buyat Buyat Dua, Kecamatan Kotabunan Boltim. Parameter kualitas air yang diuji oleh Water Laboratory Nusantara (WLN) Indonesia sudah keluar dan dari hasil penelitian tersebut, aliran sungai dipastikan sudah tidak dapat lagi digunakan oleh masyarakat.

Menindak lanjuti hasil dari WLN, enam kepala desa se-Buyat bersatu dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim bersepakat mengumumkan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di Sungai Buyat.

Berdasarkan pantauan Bolmora.com, para sangadi dan aparat desa mulai melakukan himbauan lewat pengeras suara, baik di kantor desa maupun di tempat ibadah agar masyarakat mengetahui air Sungai Buyat sudah tercemar limbah berbahaya.

“Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa jumlah zat padat tersuspensi (TSS), konsentrasi sulfat (SO4), dan konsentrasi arsen (As) pada sampel air di titik 1 (anak sungai Buyayut) telah melebihi baku mutu air sungai kelas 3. Artinya, air pada anak sungai Buyayut tidak memenuhi syarat untuk digunakan sebagai air baku air minum, mandi, pembudidayaan ikan air tawar, dan kebutuhan peternakan. Anak sungai Buyayut bermuara di Sungai Buyat, maka otomatis sungai Buyat juga sudah tidak aman lagi digunakan,” Jelas Kepala Desa Buyat Dua Ramadan Mamangge, Selasa (23/11/2021).

Dirinya menguraikan, yang paling mengkhawatirkan adalah jumlah zat padat tersuspensi (TSS) yang tinggi dan Konsentrasi arsen (As) yang sudah meningkat.

“Nilai TSS yang tinggi menunjukkan bahwa air mengandung lumpur, tanah liat, logam oksida, sulfida, ganggang, bakteri, atau jamur dalam jumlah besar. TSS yang tinggi di dalam air, akan menyebabkan kekeruhan. Pada saat-saat tertentu berdasarkan informasi masyarakat, anak sungai Buyayut menjadi keruh dan mengakibatkan sungai Buyat juga mengalami kekeruhan padahal tidak terjadi hujan. Pun demikian dengan arsen. Dengan konsentrasi arsen yang melebihi baku mutu, menunjukkan bahwa terdapat aktifitas Pertambangan Emas Skala Besar (PESB) di bagian hulu, yang mengekspose batuan mengandung arsen, dimana arsen tersebut kemudian (dengan cara tertentu) memasuki aliran sungai anak sungai Buyayut hingga ke sungai Buyat,” Urai Ramadan.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Desa Buyat Satu, Chandra Setiawan Modeong. Bahkan menurutnya, ada pihak-pihak yang mengetahuinya namun sengaja tutup mata perihal pencemaran ini.

“Sudah banyak masyarakat yang mencari ikan di sungai namun sejak PT SEJ membuang limbahnya ke sungai, tidak lagi ditemukan adanya ikan di sungai Buyat. Bahkan, beberapa bulan lalu ada satu ekor hewan sapi milik warga yang ditemukan mati di pinggir sungai, inilah beberapa hal yang membuat kecurigaan kami semakin kuat. Pihak DLH Provinsi sudah turun beberapa waktu lalu namun dengan enaknya mereka tetap mengatakan tidak ada pencemaran. Ini kan bertolak belakang setelah hasil laboratorium keluar, berdasarkan hasil uji sampel air, sudah jelas sekali adanya pencemaran yang dilakukan PT SEJ,” Terang Chandra.

Dirinya pun meminta agar DPRD Boltim yang merupakan perpanjangan tangan masyarakat untuk segera meminta Pemerintah Provinsi menutup aktivitas pertambangan PT SEJ.

“Perusahaan tambang ini sudah beroperasi, izin-izin prinsip pasti sudah lengkap termasuk AMDAL. Namun, AMDAL yang merupakan dokumen kajian studi kelayakan untuk memastikan dampak lingkungan dari suatu tahapan pengembangan proyek sebagai bahan pertimbangan untuk pembuat keputusan dalam penerbitan suatu izin usaha termasuk Izin Usaha Pertambangan patut dipertanyakan. Keuntungan jelas didapatkan oleh pemerintah pusat, provinsi dan lainnya yang terkait dengan perusahaan, namun imbasnya ada di masyarakat Buyat. Kami tunggu nyali dari DPRD Boltim untuk bertindak,” Tegas Chandra.

Sementara itu, Sekretaris Komisi lll DPRD Boltim Revy Lengkong berjanji segera meminta agar DLH Provinsi untuk turun bersama memeriksa PT SEJ.

“Hasil uji laboratorium terbukti ada pencemaran, kami dari Komisi III DPRD sudah meminta agar para sangadi se-Buyat segera mensosialisasikan ini agar tidak ada lagi warga yang beraktifitas di sungai karena bisa menyebabkan jatuhnya korban akibat pencemaran ini. Kami juga meminta DLH Provinsi untuk turun bersama ke lokasi perusahaan tambang memeriksa kembali anak sungai Buyayut dan Sungai Buyat. Dengan turun bersama, hasil temuan di lapangan juga langsung dapat disimpulkan bersama,” Kata Revy.

(RG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here