UPT BP2MI Manado Gelar Sosialisasi Peluang Kerja Keluar Negeri di Kabupaten Bolsel

0
340
UPT BP2MI Manado Gelar Sosialisasi Program Kerja Keluar Negeri di Kabupaten Bolsel
UPT BP2MI Manado dan jajaran Pemkab Bolsel saat giat Sosialisasi Peluang Kerja Keluar Negeri, Kamis (18/11/2021)
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLSEL – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Manado bersama Pemkab Bolsel menggelar sosialisasi peluang kerja keluar negeri, Kamis, 18 November 2021.

Sosialisasi yang digelar di Desa Milangodaa ini dihadiri oleh 150 peserta dan dibuka oleh Sekretaris Daerah Pemda Bolsel melalui Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Mohammad Suja Alamri.

Dalam sambutannya, Asisten Mohammad Suja Alamri menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Kepala UPT BP2MI atas kegiatan sosialisasi tersebut.

“Di kesempatan ini saya sangat mengapresiasi UPT BP2MI Manado, yang memilih Bolsel sebagai tempat sosialisasi peluang kerja keluar negeri.  Mohon sampaikan salam hormat saya untuk bapak Benny Rhamdani, Kepala BP2MI atas kepeduliannya terhadap daerah, terutama Sulawesi Utara dan lebih khususnya di Bolmong Raya terkait penyiapan CPMI dan PMI, ” kata Mohammad.

Kepala UPT BP2MI Manado HendraMakalalagmenyampaikanbahwakesempatansosialisasi kali iniadalahkesempatan yang sangatbaikuntukmenginformasikanberbagaipeluangkerjakeluarnegerikehadapanmasyarakatBolsel.

“Kesempatan sosialisasi ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menginformasikan peluang kerja keluar negeri secara prosedural, karena melalui kesempatan kali ini kami bisa menjabarkan secara jelas mengenai cara bekerja keluar negeri, utamanya keJepang agar masyarakat Sulawesi Utara khususnya Bolaang Mongondow Selatan bisa mendapatkan gambaran, sehingga tertarik dan berminat untuk kerja keluar negeri,” ungkapHendra.

LebihlanjutHendramenyebutkanbahwapeluangkerjakeluarnegeriadalahsalahsatucara yang efektifuntukmembantupemerintahdaerahmengurangipengangguran.

“Kerjakeluarnegerimerupakanpeluang yang sangatbaikdanjugacara yang efektifuntukmengurangipengangguran. Untukitusebaiknyadimanfaatkandengansebaikmungkinkarenagajidantunjangan yang akandidapatkanjugasangatmenggiurkan.” kata Hendra.

Hendra menambahkan, bahwa gaji yang akan didapat ketika bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri memang cukup besar nominalnya.

“Contohnya pekerja Care Worker di Jepang melalui program SSW dan G to G. Gajinya sekisaran Rp 20 jutaan/bulan. Dikurangi biaya hidup dan lain-lain, para pekerja migran ini masih bisa menerima penghasilan bersih kurang lebih 12 jutaan perbulannya, ” jelas Hendra.

Nah, lanjut Hendra, dengan penghasilan sebesar itu, harapannya para pekerja migran asal Sulawesi Utara, khususnya dari Bolmong Selatan dapat mensejahterakan keluarganya di Indonesia.

“Selain hal tersebut, para migran secara tidak langsung turut membantu pemerintah daerah mengurangi pengangguran, serta dapat membangun daerahnya masing-masing lewat remitansi yang dikirimkan setiap bulannya,” terang Hendra.

Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut diantaranya yakni,  Anggota DPRD Bolsel Jefry Djauhari, Kadis Nakertrans PM, dan PTSP Pemda Bolsel Arsalan Makalalag dan Sangadi Milangodaa Utara Arkan Idris.

(Wdr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here