✨"Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur"

Advertorial

Gubernur Yulius Selvanus Dikukuhkan sebagai Tokoh Kehormatan IPDN

KOMITMEN terhadap kepemimpinan, pengabdian, dan pembangunan pemerintahan yang berkualitas mendapat pengakuan melalui penganugerahan Kartika Pamong Praja Madya kepada Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., sekaligus penyematan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Penganugerahan tersebut berlangsung dalam upacara resmi di Lapangan Parade Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor, Senin (12/10/2026), di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., jajaran civitas akademika, serta para Praja IPDN.

Penghormatan ini bukan sekadar seremoni atau pencapaian pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya integritas, tanggung jawab, dan komitmen seorang pemimpin dalam mengemban amanah pemerintahan demi kepentingan masyarakat.
Bagi Gubernur Yulius Selvanus, penghargaan tersebut memiliki makna mendalam.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan apresiasi atas penghormatan yang diberikan IPDN. Ia menegaskan bahwa penganugerahan tersebut bukanlah akhir dari sebuah pencapaian, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Yulius Selvanus Tokoh Kehormatan IPDN

“Penganugerahan ini bukanlah sekadar tanda kehormatan pribadi. Lebih dari itu, penganugerahan ini adalah panggilan tanggung jawab, sebuah amanah, dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Gubernur Yulius.

Pengakuan atas Kepemimpinan dan Pengabdian
Kartika Pamong Praja Madya merupakan bentuk penghargaan IPDN kepada kepala daerah setingkat gubernur atas prestasi dan kontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Penghargaan ini merefleksikan pentingnya kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian, peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan kepada masyarakat, serta penguatan hubungan antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan kepamongprajaan.

Yulius Selvanus Tokoh Kehormatan IPDN

Sementara itu, penyematan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan menjadi bentuk kehormatan yang menghubungkan penerima dengan keluarga besar pendidikan kepamongprajaan.

Kedua penghormatan tersebut membawa pesan penting bahwa keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur melalui capaian administratif, tetapi juga melalui kualitas pelayanan, kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat, serta keberanian menghadirkan perubahan yang berdampak positif.

Bagi Sulawesi Utara, momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah membutuhkan kepemimpinan yang kuat, birokrasi yang profesional, dan aparatur yang memiliki orientasi jelas terhadap kepentingan rakyat.

Yulius Selvanus Tokoh Kehormatan IPDN

Tidak hanya berbicara tentang makna penghargaan, Gubernur Yulius juga menyampaikan pesan penting kepada para Praja IPDN yang kelak akan menjadi bagian dari aparatur pemerintahan.

Ia menekankan bahwa masa depan pemerintahan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya. Karena itu, para calon pamong praja harus mempersiapkan diri menjadi aparatur yang disiplin, berintegritas, kreatif, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, aparatur negara tidak cukup hanya menguasai pekerjaan administratif. Mereka harus mampu memahami persoalan masyarakat, mengembangkan potensi diri, serta menghadirkan solusi yang konkret dan dapat dirasakan langsung oleh publik.

Yulius Selvanus Tokoh Kehormatan IPDN

Tantangan birokrasi saat ini juga semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pemanfaatan big data, hingga perubahan ekonomi global menuntut aparatur pemerintah untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.

Dalam situasi tersebut, birokrasi dituntut bergerak lebih cepat, bekerja lebih efektif, serta mampu memberikan pelayanan yang mudah diakses, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Gubernur Yulius mengingatkan bahwa aparatur pemerintah harus tampil sebagai bagian dari solusi, bukan justru menjadi penghambat kemajuan.

Dalam penyelenggaraan pemerintahan, Gubernur Yulius juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Yulius Selvanus Tokoh Kehormatan IPDN

Menurutnya, kepemimpinan yang efektif harus mampu menyatukan berbagai kekuatan untuk mencapai tujuan bersama. Ketegasan dalam prinsip perlu berjalan beriringan dengan sikap mengayomi, kemampuan mendengar aspirasi, dan kesediaan memahami kebutuhan masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan kebutuhan pemerintahan daerah untuk terus memperkuat kualitas pelayanan publik, meningkatkan efektivitas program pembangunan, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Birokrasi yang profesional, menurut semangat yang disampaikan Gubernur Yulius, harus mampu menerjemahkan kebijakan menjadi tindakan nyata. Sebab, keberhasilan pemerintahan pada akhirnya tercermin dari sejauh mana masyarakat memperoleh pelayanan yang baik dan merasakan manfaat pembangunan.
Menutup sambutannya, Gubernur Yulius memberikan pesan tegas kepada para Praja IPDN agar tidak bersikap pasif dalam perjalanan pembangunan bangsa.

Ia mendorong para calon pamong praja untuk berani mengambil peran, menunjukkan kemampuan, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pemerintahan.

“Jangan pernah mau sekadar menjadi penumpang yang duduk manis di dalam kendaraan. Jadilah pengemudi dan penggerak perubahan!” tegasnya.

Yulius Selvanus Tokoh Kehormatan IPDN

Penganugerahan Kartika Pamong Praja Madya dan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan kepada Gubernur Yulius Selvanus diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat semangat pengabdian dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Kehormatan tersebut sekaligus membawa pesan bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan, melainkan tentang tanggung jawab, keteladanan, dan keberanian mengambil langkah untuk mewujudkan kemajuan.

Di Sulawesi Utara, semangat pengabdian tersebut menjadi penting dalam mendorong birokrasi yang semakin profesional, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan pembangunan berjalan dengan orientasi yang jelas terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dengan mengedepankan integritas, kolaborasi, inovasi, dan keberpihakan kepada rakyat, pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan.

Bagi Gubernur Yulius Selvanus, penghargaan ini bukan sekadar kehormatan yang diterima, tetapi juga amanah untuk terus bekerja, mengabdi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Sulawesi Utara, bangsa, dan negara. (Advetorial pemprov)

Berita Terkait

Jane

Wartawan yang suka traveling ini bertugas di Liputan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Utara

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button