Awas..!, Flu Burung Rawan di Kotamobagu

0
417
Kasus Flu Butrung Intai Kotamobagu
Awas..!, Flu Burung Rawan di Kotamobagu
Advertisement

Kasus Ayam Mati Mendadak Sudah Mencapai 200 Ekor

BOLMORA, KOTAMOBAGU—Bagi warga yang memiliki unggas, seperti ayam dan Itik atau bebek agar lebih waspda. Pasalnya, pasca ditemukan kasus flu burung yang terjadi di Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan beberapa waktu lalu, kini hal serupa juga mulai terjadi di beberapa desa dan kelurahan di wilayah Kota Kotamobagu. Di Desa Pontodon, Kecamatan Kotamobagu Utara misalnya, puluhan Ayam dan Itik milik beberapa warga mati mendadak.

Sonya Pasambuna, salah satu warga di desa tersebut mengaku, sejumlah ayam dan itik miliknya mati mendadak. Padahal kondisi unggasnya dalam keadaan sehat.

“Heran saja, sementara berjalan tiba-tiba langsung jatuh dan mati,” tuturnya.

Dijelasakannya, kejadian seperti itu sudah terjadi sejak pekan lalu. Bahkan, puluhan ayam milik tetangganya ikut mati juga.

“Ayam milik tetangga saya juga mati secara mendadak, padahal tidak sakit,” tambahnya.

Sementara itu, tim ahli dari Balai Besar Veteriner Maros DR Drh Muflihana, saat mengambil sampel di beberapa titik di Kotamobagu mengatakan, hasil tes cepat (repeat test) yang dilakukan menyatakan positif flu burung tipe A.

“Hasil test cepat yang dilakukan menunjukan kasus yang terjadi pada ayam di Kotamobagu, yakni avian influenza tipe A,” ungkap Muflihana, saat mengambil sampel di Kelurahan Mongkonai, Kotamobagu Barat dan Pontodon Induk, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kamis (13/10/2016).

Dia menambahkan, kasus flu burung juga ada tingkatan tipenya. Namun katanya, untuk sub tipe yang ada di Kotamobagu belum bisa dipastikan, karena masih akan diuji di laboratorium.

“Untuk tipe flu burung terdiri dari H5N1 dan H5N4. Namun yang ada di Kotamobagu belum diketahui pasti sub tipenya, karena masih harus lewat uji laboratorium,” terangnya.

Untuk saat ini, warga diminta lebih waspada dengan cara menghindari bahan yang telah terkontaminasi kotoran maupun secret unggas. Selain itu, untuk mencegah terjadinya penularan virus flu burung, maka harus dilakukan penimbunan, penanaman atau pembakaran kotoran unggas (tinja) serta bahan – bahan yang berasal dari saluran cerna unggas. Uapaya lain pencegahan virus adalah membersikan kandang atau mencucinya menggunakan desinfektan.

“Segera melakukan vaksinasi virus flu manusia agar terhindar dari infeksi gabungan (virus flu manusia dan flu burung). Sebab bukan tidak mungkin akan munculnya strain virus baru, yaitu penularan dari manusia ke manusia. Maka baiknya, jika warga menemukan kasus serupa, langsung ambil tindakan dengan membakar bangkai ayam dan itik. Setelah itu langusng dikubur,” imbaunya.

Diketahui, kasus ayam mati mendadak tidak hanya terjadi di Desa Kopandakan I dan Pontodon. Beberapa hari terakhir ini, kejadian serupa juga dialamai oleh beberapa warga yang ada di Kelurahan Mogolaing, Sinindian dan juga di Kelurahan Mongkonai.

Seduai data yang diperoleh dari Dinas Peternakan Kotamobagu, kasus ayam mati mendadak sudah mencapai 200 ekor. Jumlah tersebut tersebar di empat kecamatan se-Kota Kotamobagu.(me2t)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here