Pemkot Respon Positif Soal Permintaan Ekspor Kopi ke Ukraina
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu sangat merespon positif soal adanya permintaan ekspor sampel Kopi Kotamobagu ke Negara Ukraina. Hal itu sebagaimana diungkapkan Sekretaris Kota (Sekkot) Tahlis Gallang, saat dimintakan tanggapan terkait keinginan salah satu perusahaan di Ukraina, yang sangat meminati Kopi Kotamobagu hasil pertanian organik Kelompok Tani ‘ICS Organisasi Momosad Kopi Organik Bilalang’, Selasa (11/10/2016).
“Tentunya kita akan merespon positif bila ada investor yang melirik Kopi Kotamobagu,” kata Tahlis.
Menurutnya, informasi tersebut akan ditindak lanjuti dengan mengirim instansi terkait, terutama Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Penanaman Modal (Disperindagkop-PM), untuk dapat menghadiri kegiatan pameran Trade Expo Indonesia 2016 di Jakarta, yang akan digelar pada tangal 12-16 Oktober ini.
“Mudah-mudahan instansi teknis tersebut akan berangkat dalam rangka pertemuan sekaligus menjajaki kerja sama dengan pihak investor,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara megatakan, dengan adanya minat dari para investor untuk melirik produk Kopi Kotamobagu adalah sebuah tantangan dan pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkot Kotamobagu.
“Kita harus menghitung kekuatan produksi kita untuk merespon permintaan pihak investor. Jangan hanya berpikir semangat kedaerahan, tapi kita tidak menghitung kesanggupan kita,” ujar Tatong.
Di sisi lain, paradigma berpikir orang di luar negeri, kopi yang diekspor sudah harus produk yang tidak terkontaminasi dengan kimia. Namun, beberapa tahun terakhir di Kota Kotamobagu melalui kelompok tani telah melakukan penanaman fisik kopi secara organik.
“Saat ini pun, Pemkot Kotamobagu telah menyiapkan lahan sebesar 200 hektare yang berada di perkebunan Mobalang, untuk tanaman kopi. Itu semua dilakukan untuk menjawab tantangan permintaan pasar. Jangan sampai, Kotamobagu dikenal dengan produk kopi yang memiliki kualitas baik, tapi area perkebunannya tidak sesuai cakupan,” pungkasnya.
Pun demikian, Pemkot akan mengirim perwakilan untuk melakukan pertemuan dengan pihak investor agar dapat diketahui berapa besar permintaan pihak investor.
“Kita jajaki dulu berapa banyak permintaan investor dari Ukraina. Kemudian kita akan kombainkan dengan hasil produksi kita. Memang, produk Kopi Kotamobagu sudah ditantang untuk dapat dipasarkan ke pasar nasional maupun internasional, tapi kita harus melihat kesanggupan kita. Masa di provinsi saja Kopi Kotamobagu tidak ada. Nah ini yang menjadi tantangan kita ke depan. Yang pasti Pemkot Kotamobagu tetap akan merespon minat daripada investor Ukraina,” ulas Tatong.
Sebaimana diketahui, melalui pemberitaan Media Online BOLMORA.COM, pada edisi 10 Oktober 2016 bahwa, Kopi Kotamobagu dilirik investor dari Ukraina.
Bahkan, calon pembeli yang mengatasnamakan perusahaan distributor Kopi CLL Berkov Trade, di Ukraina tersebut telah meminta pihak eksportir dari Belanda dan Belgia untuk mengekspor kopi yang berasal dari Kota Kotamobagu, yang saat ini telah mengatongi sertifikat uji cita rasa dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Republik Indonesia, atau Indonesian Coffee And Cocoa Research Intitute (ICCRI) Jember.
Pun demikian, volume perkiraan pengadaan Kopi Kotamobagu sebanyak 700-800 ton per tahun. Volume itu hanya untuk salah satu perusahaan pemasok kopi yang ada di Belanda dan Belgia. Artinya, jika ada beberapa perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan itu, maka jumlah volume permintaannya akan lebih besar. Dan paling diminati adalah Kopi Arabika Kotamobagu yang saat ini memiliki skor 84,25 dari penilaian hasil uji cita rasa Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Republik Indonesia, atau Indonesian Coffee And Cocoa Research Intitute (ICCRI) Jember.(memet)



