Bupati Bolmong dan UPT BP2MI Manado Bahas Peluang Kerja ke Luar Negeri

0
352
Bupati Bolmong dan UPT BP2MI Manado Bahas Peluang Kerja ke Luar Negeri
Pertemuan antara Bupati Bolmong dengan UPT BP2MI
Advertisement

BOLMORA.COM, MANADO – UPT BP2MI Manado mengadakan pertemuan dengan Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow.

Pertemuan yang berlangsung di kediaman bupati di Manado, Rabu (1/9/2021) teresebut, guna membahas peluang kerja ke luar negeri, serta menyampaikan perihal amanat Uandang-undang Nomor: 18 tahun 2017 tentang pelindungan Pekerja Migran Indonesia khususnya pasal 41. Di mana,  pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. 

Saat bertemu bupati, Kepala UPT BP2MI Manado Hendra Makalalag menyampaikan tentang beberapa lowongan pekerjaan di negara-negara di Eropa dan Asia Timur khususnya peluang kerja ke Jepang sebagai perawat dan perawat lansia melalui program G to G dan Specified Skilled Worker (SSW) yang bisa dimanfaatkan oleh putra putri dari Bolmong.

“Jepang saat ini sedang membuka peluang kerja sebagai Nurse dan perawat lansia atau Care Worker bagi warga Indonesia lewat program SSW dan G to G,” ungkapnya.

Dikatakan, para pekerja bakal menerima gaji dengan cukup fantastis yaitu mulai dari Rp20 jutaan per bulan.

“Persyaratannya mudah, yaitu minimal berusia 18 tahun, pendidikan minimal SMA/SMK, memiliki kemampuan berbahasa Jepang setara N4 dan memiliki sertifikat kemampuan sesuai bidang yang dilamar,” jelas Hendra.

Ditemui di tempat pertemuan, Bupati Bolmong menyambut baik akan kunjungan ini dan berkomitmen untuk mendukung BP2MI dalam hal penempatan dan perlindungan PMI khususnya untuk PMI dari Bolmong.

“Peluang kerja ke luar negeri yang dipaparkan oleh kepala UPT BP2MI Manado adalah peluang bagus yang harus dimanfaatkan oleh pemerintah daerah karena dapat membantu pemerintah untuk mengurangi tingkat pengangguran dan mensejahterakan ekonomi keluarga PMI dan juga daerah” kata Yasti.

“Untuk itu, sebagai bentuk keseriusan dan komitmen dari Bolmong, saya sepakat untuk melakukan kerja sama dengan BP2MI dalam hal penempatan dan perlindungan PMI,” sambungnya.

Lebih lanjut, Yasti juga menyebutkan bahwa terkait pembiayaan pendidikan dan pelatihan calon pekerja migran Indonesia yang sempat disinggung oleh kepala UPT BP2MI Manado, juga akan segera dirinya tindaklanjuti.

“Terkait anggaran pembiayaan pendidikan dan pelatihan akan kami anggarkan pada APBD tahun 2022. Jadi implementasi UU Nomor 18 Tahun 2017 khususnya pasal 41 akan dapat kami terapkan di Bolmong,” tutupnya.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here