Louis Schramm Serap Aspirasi Warga, Infrastruktur hingga Kelistrikan Bunaken Jadi Sorotan

BOLMORA.COM,SULUT – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Louis Schramm, memanfaatkan masa reses untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat di sejumlah wilayah di Kota Manado, mulai dari Kelurahan Maasing, Kecamatan Tuminting, Malalayang, Bailang hingga Pulau Bunaken.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan beragam persoalan yang masih menjadi kebutuhan mendesak, mulai dari bantuan alat pertanian, pembangunan sarana transportasi, peningkatan infrastruktur pariwisata, hingga perbaikan layanan kelistrikan di Pulau Bunaken.
Louis Schramm menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan diperjuangkan melalui jalur pemerintahan dan diteruskan kepada instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian ialah permintaan bantuan alat pertanian bagi kelompok tani di Malalayang Dua.
Warga mengaku telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan berupa traktor tangan (hand tractor) dan peralatan pertanian lainnya, tetapi hingga kini belum terealisasi.
Menanggapi hal tersebut, Louis meminta kelompok tani segera menyiapkan proposal resmi sebagai syarat administrasi untuk diajukan kepada Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara.
Selain sektor pertanian, persoalan akses transportasi juga menjadi perhatian warga Bailang. Masyarakat berharap adanya pembangunan jembatan atau sarana penyeberangan yang lebih memadai untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.
Sementara itu, warga Pulau Bunaken menyoroti persoalan pemadaman listrik yang dinilai semakin mengganggu aktivitas sehari-hari serta berdampak terhadap sektor pariwisata.
Menurut warga, mesin pembangkit yang digunakan saat ini sudah berusia puluhan tahun sehingga kerap mengalami gangguan.
Mereka berharap pemerintah segera menyediakan mesin pembangkit baru atau mengaktifkan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) guna menjamin ketersediaan pasokan listrik.
“Kondisi ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berdampak pada kenyamanan wisatawan yang datang ke Bunaken,” ungkap salah seorang warga.
Tidak hanya itu, masyarakat juga meminta penyediaan ambulans laut untuk mempercepat proses evakuasi dalam situasi darurat. Usulan tersebut muncul setelah beberapa kejadian yang melibatkan wisatawan penyelam yang membutuhkan penanganan medis secara cepat, termasuk fasilitas terapi hiperbarik.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya mempertahankan daya tarik Bunaken sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sulawesi Utara.
Louis Schramm menilai perkembangan sektor pariwisata di Bunaken harus diimbangi dengan peningkatan infrastruktur, layanan publik, serta dukungan pemerintah yang berkelanjutan.
“Pariwisata yang maju harus ditopang oleh fasilitas yang memadai agar masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” katanya.
Melalui masa reses ini, Louis berharap berbagai kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada tahap penyampaian aspirasi, melainkan dapat diwujudkan melalui program pembangunan yang tepat sasaran.
(Jane)



