PKM Desa Buyat Bentuk Program PELITA HATI

BOLMORA.COM, KOTABUNAN — Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Desa Buyat Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Boltim membentuk program prioritas Peduli Balita Harapan Boltim (PELITA HATI).
Program yang dibentuk oleh Kepala PKM dr. Corry Kapoh, adalah salah satu inovasi, yang tujuannya memaksimalkan pelayanan kesehatan Balita, dengan kerjasama lintas sektor. Minggu(11/8).
Foto:Tampak tim Pelita Hati saat mengunjungi rumah warga.
Kepala PKM Buyat, dr. Corry Kapoh mengatakan, bahwa Program Pelita Hati yang dilakukan hari ini, merupakan kerjasama lintas sektor dengan berbagai instansi pemerintah, diantaranya yakni, Kecamatan Kotabunan, Sangadi, Babinsa, Babinkamtibmas, petugas PKM Buyat, yang secara berkala melakukan kunjungan bersama ke rumah-rumah penduduk.
Kegiatan ini dilakukan, guna melakukan pengawasan, pemantauan, pemeriksaan dan pemberian Susu, Vitamin serta makanan tambahan untuk meningkatkan asupan gizi bagi balita, ” ujar Corry.
Dia menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan pada anak yang mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak balita, sebab masa balita merupakan periode emas pertumbuhan fisik intelektual, mental dan emosional anak.
“Seiring dengan bertambahnya usia balita. Maka, ia akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan pada berbagai aspek kehidupannya,” terang Corry.
Lanjut Corry, “Mencegah gejala keterlambatan pertumbuhan balita maka perlu pelayanan kesehatan yang bermutu pada usia balita guna meningkatkan kelangsungan hidup anak, sebagai generasi penerus Bangsa, ” ucap Corry.
Menurutnya, masa balita adalah periode kritis di mana segala bentuk penyakit dan kekurangan gizi akan membawa dampak negatif yang menetap sampai pada masa dewasa, bahkan sampai usia lanjut. Maka secara dini perlu penangan secara intens,” timpalnya.
Ia menambahkan. Ada satu anak balita saat lahir mengalami gizi buruk namun berkat kerja keras dan kepedulian petugas medis PKM Buyat dengan bangga anak tersebut secara bertahap sudah bisa beradaptasi dengan orang tuanya.
“Dari lahir sampai umur 5 tahun dalam penanganan PKM Buyat Bidang gizi dan Kesehatan Anak sampai saat ini. Bangga Ibunya saat ini anaknya sudah bisa beradaptasi dengan ibu dan lingkungan sekitarnya. Nama bayi adalah Jovan Tompi, ayahnya sudah Almarhum, sehingga ibunya harus merangkap sebagai suami menafkahi anaknya tersebut,”imbuhnya.
(Ayax Vay).



