Dukung Pernyataan H2M, 4 Suku Adat di Bolsel Datangi Gedung DPRD

0
431
Dukung Pernyataan H2M, 4 Suku Adat di Bolsel Datangi Gedung DPRD
4 Perwakilan Suku Adat saat menandatangani surat dukungan yang disaksikan oleh Ketua dan Anggota DPRD Bolsel
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLSEL — Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), mendadak ramai dengan sejumlah masyarakat yang mengenakan pakaian baju adat dari empat etnis suku terbesar yang mendiami kabupaten setempat, Senin (26/07/2021).

Usut punya usut ternyata sejumlah masyarakat ini merupakan para pemangku adat dari 4 suku yang ada di Bolsel yakni Suku Gorontalo, Mongondow, Bolango dan Sangihe.

Salah satu tokoh masyarakat adat, Zulkarnain M Ointu Menyampaikan, kedatangan mereka di gedung rakyat tersebut sebagai wujud pernyataan sikap berupa dukungan kepada Hi Herson Mayulu (H2M) atas apa yang ia sampaikan pada rapat paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) 13 Tahun Kabupaten Bolsel, Kamis (22/7) terkait ketidak hadiran Kapolres Bolsel Yuli Kurnianto, pada agenda tersebut. 

“Yang kami tandatangani itu adalah bentuk dukungan untuk petinggi adat yang ada di Bolsel Haji Herson Mayulu (H2M), tentang pernyataan beliau saat paripurna. Jadi kami dari empat etnis ini mendukung sepenuhnya yang disampaikan H2M,” ujarnya.

Lanjutnya, Kabupaten Bolsel merupakan daerah eks swapraja yang sangat menjunjung tinggi nilai adat dan tradisi yang telah dijalankan oleh para leluhur sejak dahulu.

“Adat dan tradisi itu merupakan kearifan lokal yang meliputi upacara penjemputan tamu, upacara pernikahan, upacara kematian, upacara kelahiran upacara penobatan dan lain sebagainya yang senantiasa dilestarikan hingga saat ini,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, memperingati hari ulang tahun daerah adalah kearifan lokal. Menghadiri upacara tradisi ini merupakan sebuah penghargaan dan penghormatan akan eksistensi adat dan tradisi lokal Kabupaten Bolsel.

“Sehingga dengan sengaja mengabaikan kegiatan yang telah menjadi tradisi lokal ini, merupakan bentuk pelecehan bagi adat istiadat masyarakat Bolsel,” jelasnya.

Ia menambahkan, Sebab Kapolres Bolsel kami terima di Bolsel dengan adat, berarti beliau adalah bagian dari masyarakat adat. Sementara beliau tidak hadir dalam paripurna HUT Bolsel itu. 

Sementara itu, Ketua DPRD Bolsel Arifin Olii mengatakan bahwa, kedatangan para masyarakat adat di gedung rakyat tersebut diterima secara kelembagaan. 

“Selanjutnya, apa yang menjadi aspirasi dari 4 lembaga adat secepatnya akan ditindaklanjuti,” pungkasnya.

(Nanda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here