Jelang Pilkada, Bendara Parpol Mulai Warnai Pinggiran Jalan
BOLMORA, BOLMUT – Meski waktu kampanye dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) baru akan berlangsung diakhir tahun 2017 dan awal tahun 2018 nanti, namun suhu politik dalam menyambut pesta demokrasi lima tahunan mulai terasa panas. Hal itu dilihat dengan adanya ‘perang’ bendera partai politik (Parpol) yang mulai menghiasai rumah-rumah warga, utamanya yang berada di pinggiran jalan trans Sulawesi di wilayah Bolmut.
Ini menjadi bukti, jika antusias masyarakat khususnya para massa militansi pendukung para calon kandidat yang akan bertarung pada Pilkada nanti, terlebih untuk kandidat-kandidat bakal calon bupati dan wakil bupati yang nantinya akan didukung oleh Parpol-Parpol tersebut ini, bertarung pada pentas pemilihan orang nomor satu dan dua di Kabupaten tersebut.
Pantuan BOLMORA.COM, pemasangan bendera parpol oleh warga terlihat di enam kecamatan se-Kabupaten Bolmut. Di wilayah Kecamatan Sangkub hingga Pinogaluman, tampak atribut bendera Parpol Golongan Karya (Golkar) mendominasi. Sementara di wilayah Bolangitang Timur dan Bolangitang Barat di dominasi atribut bendera Parpol Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Adapun untuk atribut Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat (PD), Partai Nasional Demokrasi (NasDes), dan beberapa atribut Parpol yang ada di parlemen, tak kalah untuk ikut meramaikan perang bendera Parpol ini.
Menangapi hal tersebut, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bolmut Faisal Husin mengatakan, hal itu sudah menjadi pemandangan biasa di daerah yang sudah tidak lama lagi akan melaksanakan Pilkada. Katanya, ini merupakan bentuk euforia para kader, simpatisan Parpol untuk menyambut datangnya pesta demokrasi lima tahunan.
“Sepanjang pemasangan atribut parpol ini tidak menimbulkan gesekan antar simpatisan, dan kegiatan pemasangan atribut ini hanya untuk menyemarakkan momen jelang Pilkada, maka itu sah-sah saja,” ujar Faisal.
Menurutnya, jika nantinya setelah masuk tahapan Pilkada, tentu hal-hal seperti ini akan mendapatkan pengawasan langsung dari pihak Pangawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bolmut, yang saat ini masih dalam tahapan penjaringan.
“Karena belum saatnya, maka penertiban belum bisa dilakukan. Apalagi, untuk penertiban merupakan domainnya Panwaslu Kabupaten. Kami hanya berharap agar para pendukung dapat saling menjaga dan menghormati satu sama lain, sehingga tidak menimbulkan gesekan yang menjurus pada hal-hal yang tidak kita inginkan bersama,” harapnya.
Sementara itu, Rifai Madihutu, salah satu warga Bolangitang mengatakan bahwa, fenomena perang bendera Parpol ini sudah biasa terjadi, dan hal itu belum jadi penentu akhir dari Pilkada.
“Dalam setiap momen jelang Pilkada, bahkan saat sudah dimulainya tahapan, perang bendera parpol ini sudah jadi hal biasa. Tapi, fenemone ini tidak jadi ukuran, jika di satu wilayah hanya didominasi oleh satu atau dua Parpol saja, maka klaim akan jumlah pemilih mayoritas Parpol-Parpol itu mendominasi. Kenyataannya kan tidak, dan itu sudah dibuktikan pada perhelatan Pilkada sebelmnya, bahkan yang sudah terjadi di beberapa daerah lainnya,” lugasnya.(irf)



