Penemuan Mayat di Sungai Ongkag Gegerkan Dunia Maya

0
8
Penemuan Mayat di Sungai Ongkag Gegerkan Dunia Maya
Penemuan mayat
Advertisement

BOLMORA.COM, PERISTIWA – Warga Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dibuat geger dengan penemuan mayat di pinggiran Sungai Ongkag, tepatnya di Desa Totabuan, Kecamatan Lolak, pada Rabu (2/6/2021).

Mayat yang awalnya belum diketahui identitasnya itu diabadikan melalui foto oleh banyak warga, kemudian dibagikan di media sosial Facebook.

“Ada penemuan jenazah. Yang merasa kehilangan keluarga coba cari tahu. TKP seblah bawah jembatan mau,” tulis Vhia, dalam postingan facebooknya.

Sementara itu data resmi dari Polres Bolmong, berdasarkan fakta-fakta di lapangan, sekitar pukul 16.20 WITA, masuk laporan dari sangadi (Kepala Desa) Totabuan Saifudin, melalui telepon bahwa di pinggiran Sungai Ongkag perkebunan Tamburak jalan Pindol, Desa Totabuan, Kecamatan Lolak, Bolmong telah ditemukan sosok mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya.

Setelah ditelusuri dan berdasarkan keterangan saksi-saksi, serta masyarakat, akhirnya diketahui korban bernama Nurdin Paputungan (65 tahun), laki-laki, asal Desa Tapadaka Utara, Kecamatan Dumoga Tenggara, Kabupaten Bolmong.

Menurut keterangan anak korban Sunarti Paputungan (34 tahun), asal Desa Tapadaka Utara, korban sebelumnya berada di rumah adik korban Saldan Paputungan, di Desa Osion, Kecamatan Dumoga Tenggara.

Pada, Kamis (27/5/2021), korban pamit kepada adiknya. Korban hendak pergi menemui anak korban Arafat Paputungan, yang berada di Desa Ibolian Kecamatan Dumoga Tengah, dengan berjalan kaki, dan akan menyeberang sungai Osion. Korban sempat dilarang oleh adiknya, karena sungai Osion baru saja selesai banjir, sehingga dikawatirkan airnya masih deras. Namun, korban bersikeras untuk pergi ke rumah anaknya di Iesa Ibolian.

Mulai saat itu korban sudah tidak diketahui lagi keberadaannya, sampai ditemukan sudah meninggal dunia.

Berdasarkan data-data tersebut, dugaan sementara korban terseret air sungai saat akan pergi ke rumah anaknya di Desa Ibolian, dengan berjalan kaki dan melewati sungai Osion, sehingga korban terseret oleh derasnya air sungai dan tenggelam hingga meninggal dunia.

Menurut keterangan pihak keluarga, korban mempunyai kebiasaan untuk mengunjungi keluarga dari tempat yang satu ke tempat lain, dengan cara berjalan kaki. Keluarga korban menolak untuk dilakukan outopsi (bedah mayat), karena keluarga menganggap kematian korban sudah takdir dari Tuhan.

Sementara, visum luar mayat dilaksanakan di TKP oleh Tim Medis Lolak, yang dipimpin oleh dr. I Dewa Gede Adi Saputra. Kegiatan evakuasi berakhir dari TKP, Kamis, (3/6/2021), pukul 00.20 WITA. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke rumahnya di Desa Tapadaka Utara, Kecamatan Dumoga Tenggara, untuk dimakamkan.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here