Merasa Ditipu, Ini Pernyataan Kumakaw Soal Lahan PETI Desa Lanut yang Dikuasai Johni Roring

0
285
Foto 1: Yeni Kumakaw Foto 2: Saksi-saksi saat sedang mengecek lokasi lahan di Perkebunan Strep Desa Lanut, Boltim

BOLMORA.COM, PERISTIWA — Sebuah kenyataan pahit harus dialami oleh seorang Wanita paruh baya yang berinisial YK alias Yeni Kumakaw (60), warga penduduk Desa Doloduo, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang katanya telah menjadi korban penipuan dari seorang Pria berinisial JR alias Johny Roring (64), Warga Penduduk Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolmong Timur (Boltim).

Menurut keterangan Yeni, awal permasalahannya dengan Johny Roring dimulai dari transaksi pinjam pakai lahan perkebunan Strep’ di Dusun III, Desa Lanut, yang terjadi sekitar 20 tahun silam.

“Lahan tersebut (Perkebunan Strep’), saya beli dari saudara sepupu perempuan yang bernama Marie Kumakaw atau biasa dipanggil tante Advent, pada tahun 1992. Waktu itu tante Advent mendatangi saya untuk menjual sebidang lahan tanah seluas 1 Ha dengan harga yang disepakati senilai Rp750 Ribu, dan meminta uang panjar sebesar Rp 250 Ribu sebagai tanda jadi transaksi, ” tutur Yeni menceritakan kisahnya kepada BOLMORA.COM, Sabtu 30 November 2019.

Loading...

Seketika itu, Yeni tidak lagi berpikir panjang, dan langsung memberikan panjar kepada ibu Marie Kumakaw, atau tante Advent dengan pertimbangan masih saudara sepupu.  

“Karena faktor hubungan persaudaraan, maka saya mempercayainya, dan langsung memberikan panjar tersebut, karena mungkin saat itu dia butuh. Sehingga terjadilah kesepakatan jual beli antara saya dengan tante Advent,” imbuh Yeni.

Kemudian Yeni menceritakan pertemuannya dengan Jhony Roring, yang terjadi pada tahun 1993, sekitar pertengahan tahun. Dia mengaku didatangi oleh tiga orang yang menanyakan soal status lahan Perkebunan ‘Strep’, dengan tujuan hendak membeli lahan tersebut.

“Waktu itu, saya ingat betul ada tiga orang Pria yang datang ke rumah, masing-masing adalah Johny Roring, Johnly Rumondor, dan satu orang lagi saya lupa namanya. Ketika itu pak Johny Roring mengutarakan maksud kedatangannya untuk membeli lahan saya di Perkebunan Strep Desa Lanut, ” terang Yeni.

Akan tetapi, saat itu Yeni Kumakaw menolak tawaran dari Johny Roring karena belum punya niat untuk menjual lahan tersebut. Kemudian pembicaraan pun berlanjut, dan beralih ke status pinjam pakai lahan. 

“Karena belum punya niat untuk menjual lahan tersebut, maka pak Johni Roring memohon kepada saya untuk meminjam lahan tersebut dengan alasan mau berkebun Vanili. John juga sempat mengingatkan agar lahan tersebut jangan dijual kepada orang lain, karena lahan itu berbatasan dengan lahan miliknya, ” ungkap Yeni.

Dari pembicaraan tersebut, Yeni pun menyetujui lahannya untuk dipinjam dengan harapan lahannya bisa dimanfaatkan untuk berkebun dan dijaga oleh pak Johny Roring.

“Dia bahkan meminjam bukti kwitansi pembelian dari tante Marie dengan alasan jika di kemudian hari saya akan menjual lahan tersebut, maka Ia ada pegangan, sekaligus dasar untuk mengelola lahan tersebut. Tanpa curiga saya pun langsung memberikan kwitansi tersebut kepada Johni Roring, ” jelas Yeni.

Ironisnya, beberapa tahun kemudian, Yeni Kumakaw mendapat kabar, bahwa lahan yang dibeli dari Marie Kumakaw telah dirombak dan dijadikan tambang oleh Johny Roring. Yeni pun akhirnya mendatangi Johni Roring untuk mengecek kebenaran kabar yang Ia terima, sekaligus meminta klarifikasi dari John Roring.

“Saat mendengar kabar lahan dijadikan tambang, saya pun langsung mencari dan mendatangi John Roring di kediamannya di Desa Lanut. Saat bertemu John Roring, Ia mengaku akan mengganti rugi lahan tersebut, dengan perjanjian selama dua minggu. Namun setelah dua minggu saya kembali lagi, pak John malah berpura-pura tidak mengenal saya. Ia seperti orang hilang ingatan, ” ketus Yeni.

Mendapat perlakuan yang tidak mengenakan dari John Roring, Yeni Kumakaw akhirnya melaporkan perihal status lahannya kepada Kepala Desa Lanut.

Tapi, setelah menghadap Kades, Yeni justru mendapat jalan buntu, alias Kades tidak bisa mengambil sikap adil, terkait dugaan penyerobotan lahan yang dirombak menjadi Tambang Emas oleh Johni Roring.

“Kita sudah menghadap Kades untuk meminta keadilan dengan harapan penyelesaian masalah bisa di mediasi dengan baik. Tapi saya mencium aroma yang terkesan berpihak kepada Johni Roring, ” kata Yeni.

Demi memperjuangkan haknya, Yeni pun melaporkan hal tersebut kepada Kepolisian Sektor (Polsek) Modayag. Namun sekali lagi, upaya Yeni memperjuangkan haknya menemui jalan buntu.

“Setelah melapor ke Kades, saya juga melapor ke Polsek Modayag dengan harapan masalah ini bisa diselesaikan. Tapi sekali lagi, masalah ini hanya jalan ditempat, bahkan upaya mediasi antara kedua belah pihak gagal, ” ucap Yeni.

Sehingganya, Yeni merasa dirinya telah dibodohi dan ditipu oleh Johni Roring, maka Ia memutuskan akan melaporkan masalah penyerobotan lahan ini ke pihak Polres Kotamobagu.

“Saya merasa ditipu dan dibodohi mentah-mentah oleh Johni Roring, dan masalah ini akan saya bawa ke pengadilan, baik itu ke pengadilan hukum maupun pengadilan tuhan, ” tegas Yeni.

Menanggapi hal tersebut, pihak Johni Roring melalui istrinya Diana Mangoal saat dikonfirmasi di kediamannya mengatakan, bahwa hal yang dituduhkan oleh Yeni tidak benar. Ia bahkan menantang Yeni untuk membuktikan bukti kepemilikan jika benar lahan yang dimaksud miliknya.

“Kalau memang itu lahan dia punya, silahkan buktikan, dan mengenai masalah ini silahkan tanyakan ke Sangadi dan Polsek Modayag, ” singkat Diana. Kamis 28 November 2019.

Di sisi lain, Kepala Dusun III Desa Lanut, Fredy Sengkey membenarkan bahwa ibu Yeni Kumakaw bersama Anak dari Tante Marie pernah mendatangi lokasi yang digarap oleh Johny Roring.

“Dorang pernah datang ke lokasi yang digarap oleh pak John Roring, tapi masalah pembicaraan mereka saya tidak tahu menahu, setahu saya ada masalah, ” ujar Sengkey dengan logat Manado. Jumat 29 November 2019.

Sengkey juga membenarkan, bahwa lahan itu dulunya diduduki oleh tante Marie, tapi Ia tidak tahu soal status kepemilikan lahan tersebut.

Informasi yang dirangkum BOLMORA.COM, bahwa lahan yang diduga telah menjadi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) ini, telah memiliki Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) atas nama John Roring, yang dikeluarkan oleh Mantan Sangadi (Kades) Desa Lanut, bung SYT. Mamonto.

(Wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here