Pemkab Bolmong Gelar Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Ijazah

0
53
Pemkab Bolmong Gelar Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Ijazah
Pembukaan ujian dinas dan penyesuaian ijazah
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melaksanakan ujian dinas tingkat I dan II, serta ujian penyesuaian ijazah bagi ASN di Lingkungan Pemkab Bolmong. 

Kegiatan yang digelar Kamis (3/6/2021), di Ruangan Rapat Lantai II Kantor Bupati Bolmong itu diikuti 67 peserta, yang terdiri dari peserta ujian tingkat I berjumlah 25 orang, tingkat II 25 orang, dan ujian penyesuaian ijazah berjumlah 18 orang.  

Kegiatan yang dibuka Asisten Bidang Administrasi Umum Ashari Sugeha itu, dihadiri Kabid Kepegwaiain dan Supervisi Kanreg II Manado Kahrudin.

Dalam sambutannya Ashari Sugeha memgatakan, ujian ini memberikan kesempatan kepada ASN yang sudah memenuhi syarat untuk naik pangkat, maupun penyesuaian ijazah.

“Manajemen ASN ada pangkat. Jika pendidikannya tidak diperoleh, maka perlu dilakukan ujian dinas, baik ujian tingkat I dan tingkat II,” ungkapnya.

Sugeha berharap, kiranya dari semua peserta yang mengikuti ujian ini akan mendapatkan hasil maksimal, sehingga dapat lulus dan naik pangkat.

“Semoga para peserta yang mengikuti ujian dinas maupun penyesuaian ijazah bisa memperoleh nilai terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKPP Bolmong Umrarudin Amba mengatakan, dasar hukum pelaksanaan ujian dinas dan penyesuaian ijazah berdaarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 99 tahun 2000 junto PP Nomor: 12 tahun 2002, tentang kenaikan pangkat PNS.

“Terkait dengan ujian dinas ini, mengacu pada PP Nomor: 11 tahun 2017 tentang menejemen PNS,” katanya.

Lanjut Amba, pihak BKN akan melakukan tes atau ujian kenaikan pangkat dan penyesuaian ijazah dalam dua tahap, yakni tes tertulis dan wawancara.

“Untuk ujian wawancara ini dikhususkan bagi peserta ujian dinas dari golongan III/d ke IV/a, dan penyesuaian ijazah yang terdiri dari S1 atau S2,” ujarnya.

Menurutnya, jika dalam ujian ini ada peserta yang tidak lulus, maka peserta tersebut dimungkinkan untuk mengikuti ujian pada tahap berikutnya, atau dapat mengikuti ujian pada kabupaten/kota lainnya yang melaksanakan.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengembangan dan Supervisi kepegawaian Kantor, BKN Regional  XI Manado Kamarudin, saat memberikan sambutan mengungkapkan, kenaikan pangkat sejatinya bukan hak ASN, tetapi penghargaan atas prestasi kerja yang diperoleh sesuai dengan prasyaratan dan peraturan yang berlaku. 

“Untuk itu,supaya kenaikan pangkat dapat dirasahkan sebagai penghargaan, maka kenaikan diberikan secara adil dengan mekanisme yang berdasarkan azas kopetensi,” tuturnya.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here