Gelar Aksi Unjuk Rasa, Penambang Bakan Minta Hentikan Aktivitas PT JRBM

0
504
Gelar Aksi Unjuk Rasa, Penambang Bakan Minta Hentikan Aktivitas PT JRBM
Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga Desa Bakan

BOLMORA.COM, BOLMONG – Habis sudah kesabaran warga Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). Pun Senin (29/6/2020), ratusan warga Desa Bakan yang berprofesi sebagai penambang tradisional berunjuk rasa di kantor DPRD Bolmong. 

Massa meminta keadilan atas pertambangan di desa tersebut. Ada lima tuntutan warga, salah satunya adalah minta aparat stop memenjarakan penambang lokal, serta meminta pemerintah melindungi para penambang dari diskriminasi pengusaha. Tuntutan lainnya adalah menghentikan aktivitas PT JRBM.

Unjuk rasa kali ini bisa dibilang aksi semesta bakan. Hampir semua warga Bakan turun ke jalan menyampaikan aspirasinya, mulai dari penambang, orang tua, ibu rumah tangga hingga anak-anak dibawa oleh warga.

Nita, salah satu ibu rumah tangga mengaku terpanggil melawan semua ketidakadilan yang dialami warga.

“Suami kami menambang di tanah kami sendiri malah dilarang, sedang orang luar leluasa menambang,” kata dia.

Sebut dia, pertambangan adalah segala-galanya bagi warga. Dengan menambang, ia bisa sekolahkan anak. 

“Tapi semua ini coba direnggut dari kami. Cacing pun jika diinjak melawan, apalagi manusia. Kami sudah tak tahan lagi,” ucapnya.

Irawan Damopolii, salah satu korlap aksi membeber, warga menuntut agar pertambangan di Desa Bakan segera dibuat WPR.

“Kami minta dibuat WPR agar supaya dikelola profesional untuk warga,” imbuhnya.

Anggota DPRD Bolmong Febrianto Tangahu, menunjukkan keberpihakannya pada warga di dapilnya itu.

Papa Ades panggilan akrabnya, menyambut warga. Ia berjanji akan memperjuangkan aspirasi warga.

“Kami ada di sini untuk warga, seterusnya kami akan memperjuangkan aspirasi warga,” cetusnya.

Sementara, Ketua DPRD Bolmong Welty Komaling membeber, DPRD Bolmong mendorong Pemkab Bolmong untuk menjadikan pertambangan di sana WPR. Terkait ketidakadilan yang dialami warga, ia janji akan memanggil pihak eksekutif dan JRBM.

Di lain pihak, Asisten 1 Pemkab Bolmong Deker Rompas mengatakan, usulan WPR sudah jadi program pemerintah.

“Hanya saja, untuk mewujudkannya tak semudah itu, tapi kita tetap berupaya,” ungkapnya.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here