Dukungan PAN ke Tatong Mulai Goyang
Dukungan PAN ke Tatong Mulai Goyang
Bolmora, Politik – Pasca pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan beberapa waktu lalu, konstelasi politik di beberapa daerah di Sulut mulai berubah. Gesekan di internal partai belambang matahari putih itu mulai tampak, lebih khusus di Kota Kotamobagu.
Pantauan Bolmora.com, fakta tersebut mulai terjadi di Kota Kotamobagu. Dukungan PAN terhadap pemerintahan Wali Kota Tatong Bara dan Wakilnya Jainuddin Damopolii, mulai goyang. Sejumlah tanggapan, bahkan ancaman muncul ke permukaan publik. Padahal, pasangan yang dijuluki TB-JADI ini merupakan pasangan yang diusung PAN pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) kota Kotamobagu 2013 lalu.
Pernyataan Wakil Ketua DPW Sulut Anugerah Chandra Begie Gobel, seolah menggulir bola panas yang menyasar pemerintahan TB-JADI. Begie menegaskan, dukungan PAN terhadap pemerintahan TB-JADI pasca dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kotamobagu pada tiga tahun silam, merupakan label politik yang sewaktu-waktu bisa dilucuti jika tidak ada komunikasi yang baik anatara PAN dan kedua top eksekutif.
“Namun sampai saat ini, PAN masih tetap menjadi partai pendukung pemerintahan TB-JADI. Bahkan, seluruh anggota Fraksi PAN di DPRD Kotakotamobagu masi berkomitmen mendukung dan penyeimbang bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu. Akan tetapi tak sama dengan saat ibu Tatong masih memimpin PAN beberapa waktu lalu,” ucap Begie, via selulernya, Senin (30/5/2016).
Ditambahkan Begie, karena faktor hierarki pada waktu itu sehingga PAN menjadi partai pendukung pemerintah, hingga sekarang ini.
“Kita akan buka komunikasi dengan kedua pimpinan daerah, baik wali kota maupun wakil wali kota. Jika tak ada komunuikasi yang baik, maka dipastikan PAN tidak akan menjadi partai pemerintah. Selain itu, kita akan lebih kritis lagi, tapi tetap berpegang pada obejktifitas. Kalau prestasi kita support, tapi kalau ada yang menyimpang tentu kita yang paling kritis,” tegas mantan Ketua DPD PAN Kotamobagu itu.
Diduga, bola panas di internal PAN Sulut mulai bergulir pasca terpilih dan dikukuhkannya Sehan Landjar sebagai Ketua DPW PAN Sulut, yang diwarnai dengan demonstrasi dari sekelompok massa yang mengaku pendukung militan Tatong pada saat pelantikan DPW PAN Sulut, yang dilaksanakan di Lapangan Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat, beberapa waktu lalu. Selain itu, pembakaran atribut partai di depan rudis wali kota, yang berujung ke ranah hukum, juga terindikasi jadi pemicu.
Editor



