Diduga Palsukan Tanda Tangan, Oknum Kepala Desa Komangaan Dilaporkan ke Kejari

0
558
Diduga Palsukan Tanda Tangan, Oknum Kepala Desa Komangaan Dilaporkan ke Kejari
Tampak sejumlah warga saat melaporkan Oknum Kepala Desa Komangaan

BOLMORA.COM, BOLMONG – Oknum Kepala Desa (Kades/Sangadi) Komangaan, Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolmong SB alias Sab dilaporkan sejumlah warganya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu, Senin (22/4/2019) kemarin.

Menurut Yusrin, mantan Ketua Badan Permusyarawahan Desa (BPD), yang juga ikut bersama warga lainnya meyerahkan sejumlah dokumen yang diyakini sebagai barang bukti mengungkapkan, banyak kejanggalan pada proyek pekerjaan fisik prasarana air bersih di desa tersebut yang dibiayai lewat Dana Desa (Dandes) tahun anggaran 2015 lalu. 

“2017 saya diberhentikan dari Ketua BPD lantaran tidak sejalan dengan Sangadi. Waktu itu saya kerap melakukan protes terhadap sejumlah kejanggalan pada penggunaan dana desa,” kata Yusrin, saat berada di Kejari kemarin.

Beberapa warga ini meyakini ada dugaan pemalsuan tanda tangan yang dalam kwitansi pembayaran upah harian orang kerja (HOK) pada pekerjaan prasarana air bersih tersebut.

Hamat Simbala, warga lainnya yang turut melaporkan mengaku, pada proyek tersebut, dirinya hanya sebagai buruh angkut dengan menggunakan tenaga manusia. Ia bekerja selama enam hari dan menerima upah sebesar Rp 600 ribu. Tapi, dalam dokumen pertanggungjawaban, dirinya tercatat sebagai tenaga harian yang bekerja selama lima minggu. Dalam dokumen tercatat, upah per hari Rp 75 ribu. Berkerja selama 35 hari sehingga upah yang diterima tercatat sebesar Rp2.625.000.

“Ada lima kwitansi atas nama saya yang sudah ditandatangani. Masing-masing kwitansi tercatat Rp525 ribu. Dan saya keberatan karena tidak pernah menandatangani kwitansi tersebut. Ini pemalsuan,” ungkap Hamat Simbala.

Senada dikatakan Noljin Paputungan. Dia juga mengalami hal yang sama dengan Hamat Simbala. Terdapat kwitansi yang juga sudah ditandatangani dengan jumlah masing-masing Rp525 ribu. Dengan begitu, dia juga tercatat telah menerima upah sebesar Rp2.625.000. Padahal, dirinya hanya menerima upah sebesar Rp 900 ribu lebih.

“Selain pemalsuan tanda tangan, ini juga ada dugaan korupsi,” bebernya.

Selain ketiganya, warga yang turut melapor masing-masing, Oyo Simbala, Herbi Bonde, Ridal Mokoginta, Jamal Lapik dan Rudin Paputungan. Terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kotamobagu, Imron Mashadi SH MH, mengaku telah menerima laporan warga Desa Komangaan.

“Tadi siang (kemarin, red) ada warga dari Komangaan melaporkan secara lisan tentang adanya dugaan penyelewengan dana desa. Dan laporan tersebut akan kita tindak lanjuti. Untuk sementara akan disurvei dulu, sembari menunggu petunjuk pimpinan,” singkat Imron.

 (agung)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here