Hukrim & Peristiwa

Kapolres Kota Kotamobagu Tegaskan Bakal Tertibkan Seluruh Tambang Illegal di Wilayah Hukumnya

BOLMORA.COM, HUKRIM – Maraknya aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), bahkan di beberapa daerah se-Bolaang Mongondow Raya (BMR) rupanya menjadi perhatian serius oleh pihak Kepolsian Resor (Polres) Kota Kotamobagu. Pasalnya, sejumlah lokasi tambang illegal tersebut sudah banyak memakan korban nyawa. Hal ini pun rupanya mendorong pihak Polres Bolmong untuk giat melakukan penertiban.

“Rencanaya kita akan lakukan penertiban. Bukan hanya di lokasi tambang illegal yang tersebar di Kabupaten Bolmong, seperti Bakan, Dumoga, Tungoi, dan Tanoyan, tapi juga yang ada di Kabupaten Boltim, yakni di Kecamatan Modayag, Nuangan dan Kotabunan,” ungkap Kaspolres Bolmong AKBP Gani Fernando Siahaan, SIK, SH, MH, ketika diwawancarai  sejumlah awak media, di sela-sela penertiban lokasi tambang di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kamis (24/1/2019).

Dia berharap pemerintah daerah dapat mencarikan solusi atas permasalahan aktivitas pertambangan illegal ini. Sebab, pihak kepolisian juga dilema untuk menghentikan aktivitas tambang illegal ini, karena banyak warga yang menggantungkan hidupnya dengan menambang.  

“Kita terus memberikan imbauan kepada masyarakat, tapi terkadang ada-ada saja alasan mereka sehingga terus melakukan aktivitas tambang illegal. Makanya pemerintah harus lebi jeli lagi mencarikan seperti apa solusinya, karena ini berbicara masalah perut. Banyak masyarakat yang mengaku mendapatkan uang untum member makan isti dan anaknya dari hasil tambang,” terang Gani.   

Diketahui, meski telah dilakukan beberapa kali penertiban bahkan pentupan di lokasi PETI Desa Bakan, namun tetap saja masih ada warga yang nekat melakukan aktivitas masuk ke lokasi untuk mengambil material.

Memang, tak bisa dimungkiri jika kandungan emas di lokasi tersebut sangat menjanjikan. Itu terbukti dengan adanya beberapa pengusaha yang sukses melakukan aktivitas di PETI itu. Sebut saja, Samuel Porung atau lebih dikenal Om Tole, Teddy, Iwan, Michael, dan masih banyak lagi pengusaha lainnya. Namun di sisi lain, tidak sedikit pula nyawa pekerja tambang melayang tertimbun longsor, dikarebnakan struktur tanah di lokasi PETI itu sudah tidak stabil.

(gnm)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button