Hukrim & Peristiwa

Gegara Utang Piutang, Oknum Pengusaha Tambang Ilegal “Gigit” Hidung Mantan Bupati Boltim

BOLMORA.COM, HUKRIM – Kejadian tak terduga dialami mantan Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan S. Landjar, yang juga mantan Calon Wakil Gubernur Sulut tahun 2020.

Diduga, Sehan disekap dan dianiaya dengan cara dirangkul dan digigit pada bagian hidung oleh oknum pengusaha tambang berinisial AK alias Ali. Kejadian di salah satu tempat, tepatnya di Kelurahan Tumubui, Kecamatan kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, Kamis (30/12/2021), sekira pukul 12.30 WITA, malam tadi.

Informasi sementara yang diperoleh Tim Redaksi Bolmora.Com, kejadian dilatar belakangi masalah utang piutang antara keduanya.

Hal itu juga dibenarkan Kapolres Kotamobagu AKBP. Irham Halid, SIK, saat dikonfirmasi media ini melalui panggilan telepon seluler.

Menurutnya, pelaku AK menggigit hidung mantan bupati dua periode tersebut saat keduanya bertemu.

Dijelaskan, awalnya AK sempat duduk di samping Sehan, dan sempat pisahkan. Namun beberapa saat, sembari menunggu tim Resmob, AK kembali duduk di samping korban kemudian merangkul lalu menggigit hidung mantan bupati,

“Kejadiannya di Tumubui. Saya sendiri tidak tahu pasti siapa yang memanggil atau korban yang datang sendiri, ” kata AKBP Irham.

Setelah terjadi penganiayaan, pihak Polres Kotamobagu langsung mangankan dan menahan.

“Karena perbuatan sudah masuk ke tindak pidana, kita langsung membawa AK dan langsung menahannya. Sedangkan Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Monompia, ” ungkapnya.

AKBP Irham menegaskan bahwa, kasus ini akan diproses hukum lebih lanjut.

“Setelah yang bersangkutan diamankan, kemudian langsung dibuat laporan agar diproses lebih lanjut,” timpalnya.

Sementara itu, korban Sehan S. Landjar, kepada sejumlah awak media mengaku jika penganiayaan terhadap dirinya, oleh oknum pengusaha tambang AK, yang diketahui saat ini masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Mabes Polri, telah direncanakan. Pasalnya, sebelumnya Sehan dihubungi untuk ketemuan dengan AK di kediamannya, yakni di Kelurahan Tumubui, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu.

“Saya mencurigai sudah direncanakan. Karena, di tengah perjalanan dari Boltim ke Kota Kotamobagu, saya dibuntuti mobil warna merah jenis Triton double cabin. Bahkan, sesampainya di TKP, mobil tersebut berada di sana,” bebernya.

Dungkap Sehan, saksi satu-satunya dalam kejadian penganiayaan itu adalah Kapolres Kotamobagu, AKBP Irham.

“Sebelumnya, saat merasa terancam karena merasa disekap, saya beberapa kali menghubungi pak kapolres. Namun banyak alasan untuk tidak bisa datang. Akhirnya, setelah saya mengirim pesan melalui via WhatsApp, menekankan bahwa ini adalah emergency, dan jangan lakukan pembiaran, barulah kapolres datang ke TKP,” sebutnya.

Sehan sendiri tidak menyangka kejadian itu menimpa dirinya.

“Kejadiannya dini hari tadi, dan disaksikan langsung oleh kapolres. Ali menarik kasar kerak baju saya hingga tiga kancing baju saya copot. Selang beberapa waktu, dia menggandeng bahu saya dengan tangan kanan, dan ketika saya menatap wajahnya, saat itu uga digigit hidung saya sampai berdarah. Pembatas hidung saya putus dan ujung hidung terpisah dari pangkalnya,” pungkas Eyang sapaan Sehan.

Dia berharap kasus ini dapat diproses hukum. Bahkan, pihaknya berencana akan menindaklanjuti sampai ke Polda dan Mabes Pokri.

(Tim Redaksi)

Editor: Gun Mondo

Gunady Mondo

Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010 (Wartawan UKW UTAMA: 9971-PWI/WU/DP/XI/2021/21/10/79)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button