Harkodia di Buol Diwarnai Aksi Demo Gestapu
BOLMORA.COM, BUOL – Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, diwarnai aksi demo dari puluhan massa Gestapu (Gerakan Evaluasi Sepuluh Tahun Pemerintahan Buol), Kamis (09/12/21).
Dalam aksinya, Gestapu menyampaikan kehadiran mereka adalah aksi damai dalam rangka memperingati Harkodia. Gestapu juga menyatakan menolak jika beredaan mereka di tafsirkan sebagai gerakan makar.
“Banyak disampaikan di Medsos bahwa Gestapu adalah gerakan 1965 adalah PKI. Gestapu kami sampaikan adalah gerakan evaluasi sepuluh tahun pemerintahan Buol,”ujar Korlap aksi, Hardi Efendi.
Hardi menjelaskan, aksi Gestapu hari ini sebagai bentuk dukungan sekaligus untuk memberikan support kepada penegak hukum dalam rangkah pemberantasan korupsi di bumi Pogogul. Kehadiran Gestapu juga untuk menyatukan masyarakat Buol menujuh pembangunan Buol bersih dari KKN.
“Jika ada kelompok tertentu yang menciptakan kegaduhan pak Kapolres mohon maaf itu bukan kami, karena Gestapu hadir disini untuk menyatukan kelompok-kelompok masyarakat Buol untuk membangun Buol dengan hati tulus dan ikhlas bukan dengan hawa nafsu,”tutup Hardi.
Kapolres Buol AKB Dieno Hendro Widodo, dalam pernyataan didepan massa Gestapu, menyampaikan apresiasi terhadap aksi tersebut, juga komitmen kepolisian setempat dalam rangkah penegakan hukum khusus tindak pidana korupsi.
“Ada beberapa kasus dugaan korupsi yang ada di Kabupaten Buol saya tetap akan melaksanakan penegakan hukum dan tetap akan saya lanjutkan apapun resikonya. Saya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan teman-teman,”tandas Kapolres.
Aksi damai Gestapu diakhiri dengan penyerahan dokumen laporan berbagai kasus dugaan tindak pidana oleh massa aksi kepada Kapolres Buol. Sebelumnya Gestapu gelar aksi serupa di kantor Kejari Buol. Aksi ditandai pelepasan 10 balon gas ke udara sebagai simbol sepuluh tahun masa jabatan Bupati Buol.
Syarif



