Bolmong

Video Call Gadis Seksi dengan Pria yang Diduga Kades Beredar, Begini Reaksi Warga Bolmong

BOLMORA.COM, BOLMONG — Belum lama ini, beredar sebuah Video Call (VC) antara gadis seksi dengan seorang pria paruh baya viral di masyarakat luas, khususnya warga yang ada di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Kabarnya pria yang terlibat dalam video tersebut, diduga oknum Kepala Desa (Sangadi) di Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara. Sementara itu, si gadis seksi yang tidak diketahui identitasnya diduga salah satu pegawai terapis spa di Kotamobagu.

Dalam Video yang berdurasi 2.28 menit itu, wanita muda seksi dan bertato itu mengenakan kaos jenis singlet berwarna merah pink, terlihat seperti sedang menyiarkan siaran langsung di akun facebooknya.

Menariknya, di pertengahan durasi tiba-tiba masuk panggilan Video Call dari oknum tersebut, yang tanpa basa-basi langsung menyapa gadis seksi itu dengan gayanya sambil menjulurkan lidah. Kemudian keduanya pun berbincang-bincang akrab dan saling bertegur sapa.

Ironisnya, Video percakapan antara keduanya beredar luas hingga ke pengguna aplikasi Whatsapp dan Channel Youtube. Meskipun dalam percakapan di video tersebut tidak ada kata-kata mesra atau senonoh, namun menimbulkan berbagai spekulasi dan reaksi dari beberapa Warga Bolmong, terutama kalangan tokoh masyarakat di Kecamatan Dumoga Barat.

Salah satunya adalah Shalawat Bonde (SB), seorang tokoh masyarakat adat yang sangat mengkritik dan merasa miris ketika melihat video tersebut. Dia menilai, bahwa seorang Sangadi merupakan cerminan pemimpin desa yang seharusnya menjadi contoh teladan bagi masyarakatnya.

“Seorang Sangadi (Kades) merupakan kepala pemerintahan desa dan pemangku adat tertinggi yang sepatutnya menjadi contoh terbaik bagi warganya, terlebih di Bolmong sangat menjunjung tinggi adat dan istiadat, ” ujar Shalawat.

Menurut SB, beredarnya video tersebut, merupakan sebuah bukti nyata pelanggaran adat yang melukai perasaan warga dan menimbulkan pandangan negatif di kalangan masyarakat, khususnya bagi warga yang ada di desanya.

“Menurut saya hal tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang Sangadi. Sebab, Dia pemimpin sekaligus simbol adat. Jika moral pemimpin seperti itu, bagaimana Dia bisa mengatur rakyatnya. Maka, hal ini perlu adanya tindakan tegas, terutama dari Pemerintah Kabupaten, entah itu berupa sanksi adat, atau pemecatan.” ungkap SB kepada BOLMORA.COM, Rabu (20/11)

Kritikan yang sama juga disampaikan oleh salah satu pemuda asal kecamatan yang sama. Ia mengecam keras adegan VC yang dilakukan oleh oknum kepala desa tersebut.

“Sangat miris melihat video call tersebut, terlebih dilakukan oleh seorang oknum kepala desa, yang terkesan seperti Anak Baru Gede (ABG),” ujar pemuda berinisial JB alias Jefri Bonde kepada BOLMORA.COM, Kamis (21/11) beberapa hari lalu.

Dijelaskan Jefri, bahwa video tersebut sudah viral di kampungnya. Bahkan dampak dari video tersebut, pemuda di desanya sering di bully oleh pemuda di desa tetangga.

“Hal seperti itu tidak pantas dilakukan oleh seorang kepala desa yang notabenenya adalah tokoh pemerintahan yang sangat dihormati, dan gara-gara video itu kita jadi bahan bully warga tetangga,” ujar Jefri.

Menurut keterangan Jefri, bahwa pemuda bersama tokoh masyarakat lainnya sempat meminta tindakan dari pihak kecamatan untuk menggelar klarifikasi dari oknum tersebut.

“Pasca beredarnya video tersebut, kami pemuda bersama tokoh masyarakat lainnya sempat mendatangi kantor camat, dengan maksud agar camat memfasilitasi pertemuan antara oknum tersebut dengan warga desa. Tapi, sayangnya sudah 2 kali menghadap camat, beliau tidak berada ditempat, ” terang Jefri.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Pemerintahan Setda Bolmong, Derek Panambunan mengatakan, bahwa pihaknya akan mempelajari kasus tersebut.

“Kita akan menyikapi hal tersebut, sejauh mana masalah ini, apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum tersebut atau tidak, maka hal ini masih akan dipelajari lebih lanjut, “singkat Panambunan. Jumat (22/11)

Sayangnya hingga berita ini dipublish, upaya konfirmasi berkali-kali via handphone belum tersambung meski nada sambungnya aktif. Begitupun dengan upaya SMS, belum juga ada jawaban balasan.

Sehingganya, BOLMORA.COM masih terus berupaya meminta konfirmasi lanjutan kepada oknum tersebut.

(Tim Redaksi)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button