4 Bocah Korban Dugaan Penyekapan Jalani Tes Psikologi
BOLMORA, BOLMONG – Nasib malang yang dirasakan keempat bocah korban dugaan penyekapan dan pecehan seksual yang terjadi di areal PT Conch Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), saat ini mulai menjalani tes psikologi dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Bolmong.
Baca: Oknum Security dan Karyawan PT Conch Diduga Sekap 4 Orang Bocah Asal Inobonto I
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Kabupaten Bolmong Farida Mooduto mengungkapkan, pihaknya fokus pada pendampingan pemulihan kondisi psikologi, baik keluarga korban, anak-anak di lingkungan sekolah, maupun perilaku sampai kesehatan dan pendampingan hukum.
“Salah satu tugas dan fungsi kami di P2TP2A adalah pendampingan psikologi. Untuk kasus ini korbannya kan anak-anak, jadi perlu pendampingan agar tidak terjadi hal-hal lain yang berdampak lebih buruk,” ujar Mooduto.
Baca Juga: Dinas PP dan PA Bolmong Kawal Kasus Dugaan Pemyekapan Anak oleh Oknum Security dan Karyawan PT Conch
Bagaimana pun, lanjutnya, keempat anak ini masih memiliki masa depan yang panjang.
“Harapan kami agar keempat anak ini bisa tumbuh kembang seperti anak-anak lainnya. Beban psikologi peristiwa itu bisa terkikis, dan yang lebih penting lagi agar peristiwa seperti itu tidak terulang lagi,” harapnya.
Sementara itu, psikolog P2TP2A, Indri mengatakan, terapi akan terus dilakukan untuk menghilangkan trauma yang dialami keempat anak tersebut. Selain menunjukan kondisi psikologi yang makin membaik, keempat anak itu juga mulai terlihat lebih ceria ketimbang saat baru melaporkan kasus ini ke pihak yang berwajib.
“Untuk sementara, keempat korban akan berada di bawah pengawasan P2TP2A, sembari menunggu hasil akhir dari proses hukum dari pihak kepolisian,” terang Indri.
(agung)



