Realisasi PBB-P2 Bolmong Masih Jauh dari Target
BOLMORA, BOLMONG – Kamis (9/11/2017), bertempat di ruang rapat kantor bupati lantai II, Pemkab Bolmong menggelar rapat korrdinasi sekaligus evaluasi penerimaan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta retribusi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2017.
Pada rapat yang dipimpin Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk, dan dihadiri para Asisten, pimpinan OPD, para camat dan sangadi se-Kabupaten Bolmong itu, terungkap bahwa realisasi penerimaan PBB-P2 Pemkab Bolmong masih sangat jauh dari target. Terhitung hingga 8 November 2017, realiasi untuk sektor Pajak Perdesaan baru mencapai 69.99 persen atau Rp1.837.899.234 dari target Rp2.625.884.747. Sedangkan pajak perkotaan baru 32.74 persen atau Rp60.496.550 dari Rp184.771.698 yang ditetapkan.
“Ini harus diperhatikan. Saya minta, camat dan sangadi lebih proaktif lagi dalam melakukan penagihan. Posisi sampai dengan minggu pertama bulan ini, realisasi baru mencapai 62,93 persen. Bahkan ada kecamatan yang realisasinya masih di bawah 50 persen,” ujar Yanny.
Ia meminta kepada camat, sangadi maupun lurah agar dapat mengoptimalkan pendataan kembali tanah serta bangunan yang belum memiliki surat penetapan pajak tahunan.
“Hal ini sangat berpengaruh terhadap peningkatan PAD kita. Saat ini, baru tiga kecamatan yang lunas 100 persen, yakni Kecamatan Dumoga Utara, Kecamatan Bilalang dan Kecamatan Passi Timur,” urainya.
Sementara untuk retribusi, yaitu PAD dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), beberapa telah mencapai target. Kendati demiakian, Yanny mewarning sejumlah OPD yang capaiannya masih di bawah 50 persen.
“Saya ingatkan kepada OPD, camat serta sangadi dan lurah agar menyelesaikan target yang telah ditetapkan. Jika nanti akhir tahun realisasinya masih belum maksimal maka tentu ada konsekuensinya,” tegas wakil bupati dua periode ini.(gnm)



