Bolmong

Banjir Lumpur Ancam Warga Desa Tanoyan Selatan

BOLMORA, BOLMONG – Warga Desa Tanoyan, Kecamatan Lolayan, siaga banjir lumpur. Hal ini sebagimana disampaikan Sangadi Desa Tanoyan Selatan Urip Detu. Pasalnya, hulu sungai “rape” yang melintasi Desa Tanoyan Selatan sudah terjadi longsor. Longsor yang luasnya sudah mencapai kurang lebih 4 hektare itu, diperkirakan terjadi saat hujan deras baru-baru ini.

“Dikhawatirkan jika hujan akan terus terjadi, maka material lumpur, bebatuan serta batang pohon yang berukuran besar akan hanyut terbawa banjir dan menghantam pemukiman warga,” ujar Urip.

Lebih parah lagi, alur sungai rape ini melintas tepat di jembatan yang merupakan akses satu satunya menghubungkan jalan desa, sehingga besar kemungkinan akan terjadi penyumbatan.

“Dipastikan pemukiman warga dibantaran sungai akan terkena dampaknya,” katanya.

Penyebab terjadinya longsor diduga kuat disebabkan adanya pembukaan lahan perkebunan liar di dinding pegunungan. Dari hasil survey ke titik longsoran yang dipimpin langsung oleh sangadi, telah ditemukannya beberapa lahan yang sudah ditanami tanaman tahunan, oleh beberapa oknum tanpa sepengetahuan aparat desa. Namun ketika hendak saat ditemui, pemilik lahan tidak berada di tempat. Karena dinilai besarnya dampak potensi bahaya banjir, maka pemerintah desa mengeluarkan larangan keras kepada semua warga agar tidak membuka lahan perkebunan baru di sekitar pegunungan rape.

“Demi keselamatan warga dan desa, saya selaku sangadi melarang masyarakat untuk membuka lahan baru di sekitar pegunungan puncak rape. Kami tidak mau kejadian banjir tahun 1996 akan terulang lagi. Kala itu, sebagian Desa Tanoyan direndam banjir disertai lumpur,” jelas Urip.

Untuk mencarikan solusi serta penanggulangan bahaya banjir di desa tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Kita akan berkoordinasi dengan pihak balai sungai wilayah Kabupaten Bolmong, guna antisipasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolmong Canny Wayong, dihubungi terpisah mengaku belum menerima laporan dari pihak pemerintah desa.

“Sejauh ini kami belum menerima laporan. Kalaupun disampaiakan ke staf, pasti akan dilaporkan ke saya. Tapi nanti saya cek langsung ke pemerintah desa setempat,” kata Canny.

Menurutnya, BPBD akan selalu siap dan tanggap jika ada laporan terkait bahaya longsor serta banjir di wilayah Bolmong. Canny berjanji akan melakukan koordinasi dan akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

“Segera akan dicek ke lokasi. Juika memang longsoran yang terjadi sudah besar, maka akan dikoordinasikan ke pihak balai sungai, untuk segera menindak lanjutinya. Apalagi, dampaknya besar dan akan berimbas pada kenyamanan warga,” urainya.(hendra)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button