Bakal Calon Sangadi 17 Desa di Boltim Ikut Uji Kompetensi
BOLMORA, BOLTIM – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Senin (8/10/2018), melaksanakan uji kompetensi bagi bakal calon (Balon) sangadi yang akan ikut pada pemilihan sangadi (Pilsang) serentak di 17 desa.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Boltim Sehan Landjar, didampingi Wakil Bupati Rusdi Gumalangit, di kantor bupati.
Dala sambutannya, bupati mengungkapkan bahwa uji kompetensi yang akan dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 8 sampai dengan 9 Oktober 2018, meliputi tes tertulis, tes wawancara dan tes pidato.
“Selanjutnya, pada tahapan akhir saya langsung yang akan menguji melalui dua aspek, yaitu aspek spritual dan moral,” terang Sehan.
Menurutnya, sangadi adalah ujung tombak pemerintah, sehingga dirinya menaruh perhatian penuh pada pemerintahan desa. Aktifitas para bakal calon sangadi pun, sejak dua Minggu belakangan dipantau langsung olehnya.
“Saya sudah mulai menguji tanpa sepengatahuan kalian. Tidak ada satupun bakal calon sangadi yang luput dari pantauan saya. Sejak dua Minggu lalu, seluruh bakal calon sangadi sudah saya pantau kegiatannya, dan laporannya masuk setiap hari,” ungkapnya.
Kepada para bakal calon sangadi, Eyang sapaan akrab bupati dua periode ini, berpesan untuk ikut menjaga kondusifitas desa, dan tidak mengkotak-kotakan masyarakat.
“Saya dengar ada calon yang masih bawa-bawa masalah Pilkada. Itu akan saya gugurkan. Kalau pertama saja sudah mengkotak-kotakan masyarakat, itu tidak boleh jadi pemimpin,” tegasnya.
Sekretaris Panitia Pilsang tingkat kabupaten Ikhlas Pasambuna mengatakan, uji kompetensi kepada bakal calon sangadi meliputi tes tertulis, wawancara dan tes kemampuan berkomunikasi (pidato). Tiga tes itu merupakan bagian dari tahap penyaringan bakal calon sangadi sebagai proses kegiatan tes kompetensi kemampuan dasar, kepemimpinan dan kepribadian bakal calon sangadi.
“Tiga tes ini menjadi tolak ukur untuk menyaring bakal calon sangadi menjadi calon sangadi pada Plsang serentak di 17 desa se-Boltim,” terangnya.
Kabag Tapem Setda Boltim ini menambahkan, dari total 56 bakal calon sangadi peserta uji kompetensi, hanya 55 orang yang mengikuti tes, sehingga 1 orang langsung dinyatakan gugur karena tidak hadir hingga waktu pelaksanaan tes berakhir.
“Satu tahapan saja tidak diikuti, secara otomatis gugur. Sebab, masing-masing tes memiliki bobot nilai yang wajib dicapai oleh masing-masing bakal calon,” sebutnya.
(ayax vay)



