Jaga Kekayaan SDA, Masyarakat Adat Tanoyan Gandeng AMAN
BOLMORA, BOLMONG – Masyarakat Adat Desa Tanoyan Utara dan Selatan mengandeng Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman), untuk melakukan pemetaan partisipastif. Hal itu dilakukan sebagai upaya melindungi kekayaan sumber daya alam (SDA) yang ada di dua desa tersebut agar tidak dikeruk pihak lain, seperti investor.
Menurut ketua Pemuda Desa Tanoyan Selatan Abdul Nasir Ganggai, kedua desa yang berbatasan itu memiliki kekayaan alam melimpah, berupa hasil pertanian dan pertambangan emas. Olehnya harus terus jaga dan lindungi untuk dipergunakan bagi kesejahteraan masyarakat.
“Selaku masyarakat kami harus melindungi kekayaan alam. Tujuannya dipergunakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, bukan diperuntukkan bagi investor asing yang hanya akan menyengsarakan rakyat,” kata Nasir, Jumat (07/10/2016).
Belum lama ini, masyarakat dari kedua desa itu telah menolak perusahaan tambang PT Arafura Mandiri Semangat (AMS), untuk melakukan kegiatan pertambangan dengan melakukan eksplorasi di atas lahan seluas 700 hektare
“Masyarakat dan pemerintah kedua desa telah bersepakat bahwa, kekayaan tambang hanya untuk dikelola bagi kepentingan masyarakat. Jadi, perusahaan manapun yang akan masuk, dengan berbagai upaya tidak akan kami izinkan,” cetusnya.
Sementara itu, Sangadi Tanoyan Selatan Urip Detu mengatakan, dirinya akan selalu bersama dengan masyarakat guna menjaga kekayaan SDA yang ada di desanya.
“Saya akan selalu bersama masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kekayaan sumber daya alam untuk dipergunakan bagi kepentingan masyarakat,” ttegas Urip, belum lama ini.(hendra)



