Kasus Korban Meninggal Akibat Terperosok di Lokasi Pertambangan Milik “Om Tole” Terus Diproses
BOLMORA, HUKRIM – Meski telah dilakukan penertiban bahkan penutupan lokasi Pertambangan Tanpa Izin (PETI) yang berada di blok Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, oleh Polres Bolmong belum lama ini, namun beberapa kasus yang menimpa pekerja tambang yang berujung kematian di sejumlah lokasi terus berproses, termasuk kejadian kecelakaan kerja di lokasi tambang milik Samuel Porung alias Om Tole, pada Senin (20/8/2018), yang menyebabkan satu orang meninggal. Hal ini sebagimana dikatakan Kapolres Bolmong melalui Kasat Reskrim AKP Ronny H. Maridjan, Kamis (30/8/2018).
“Tetap berproses. Kalau kasus yang terjadi baru-baru ini, masih ditangani oleh Polsek Lolayan,” katanya.
Sebelumnya juga, pada Jumat (24/8/2018) pekan lalu, Kasat Reskrim menegaskan akan memanggil pemilik lubang lokasi tambang (Om Tole) untuk dimintai keterangan guna penyelidikan lebih lanjut.
“Kejadian tersebut masih kita selidiki. Jika ada unsur kelalaian, kita akan proses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Sebagimana diketahui, Buang (42) warga Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga Timur, adalah satu dari dua korban yang terperosok di dalam lubang di lokasi pertambangan milik Om Tole, yang akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Prof Kandouw, Manado.
Buang bersama rekannya Denny Mengi, yang juga terperosok dalam lubang, sempat dirawat di RSUD Kota Kotamobagu. Namun, Denny hanya menjalani rawat inap. Sedangkan Buang, pada Selasa (21/8/2018), harus dirujuk ke RS Prof Kandouw untuk menjalani operasi karena mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala, sekaligus untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.
Kendati demikian, pada Jumat (24/8/2018) sekira pukul 15:30 WITA, informasi dari keluarganya, nyawa Buang tidak terselamatkan.
Adapun kejadian naas yang menimpa dua pekerja tambang di lokasi pertambangan ilegal tersebut, pada Senin (20/08/2018) sekitar pukul 14.00 WITA, Buang dan Deny sedang istirahat, tiba-tiba keduanya terperosok ke dalam tanah. Sejumlah pekerja lainnya yang melihat kejadian itu, langsung melakukan penyelamatan dan mengevakuasi keduanya, dan segera dilarikan ke RSUD Kota Kotamobagu.
Sementara, hingga berita ini dipublis, upaya konfirmasi ke pemilik lokasi pertambangan (Om Tole), belum berhasil.
(gunady)



