Regional

Cuan Rp 10 Milliar, Aplikasi Enel Rugikan Belasan Ribu Member di Gorontalo

BOLMORA.COM, GORONTALO – Investasi dengan iming – iming keuntungan diluar kewajaran, kembali menipu hampir 16 ribu masyarakat terutama di Gorontalo, belum lama kasus investasi bodong berkedok trading forex meninggalkan trauma, kini muncul investasi bodong dengan modus baru.

Investasi ini berkedok Aplikasi Enel Kekuatan Hijau atau Enel Green Power. yang dalam deskripsinya di Play Store, aplikasi itu menawarkan metode investasi rendah dengan pengembalian hasil investasi tinggi. Aplikasi tersebut telah mendapatkan rating 4,4 bintang dengan 4.000 ulasan.

Sesuai deskripsi yang menawarkan investasi rendah dengan pengembalian hasil investasi yang tinggi, Pendaftar akan segera menerima keuntungan harian selama kontrak aktif 200 hari kedepan, dengan profit yang didapat sesuai nilai investasi, Contoh jika ambil paket paling kecil Rp 50 Ribu maka setiap hari profit Rp 1 Ribu. Bila ada promo maka profit yang diberikan setiap hari bisa Rp 2 Ribu. Sementara kalau ambil paket Rp 100 Juta maka setiap harinya dijanjikan profit Rp 2 Juta lebih. Penarikan profit minimal Rp 55 Ribu dengan potongan pajak 10 persen.

Mengutip gorontalopost.id Dwi Riana Handayani Ishak selaku Manager Enel Gorontalo, Saat diwawancarai, Mengaku awalnya investasi enel berjalan mulus, Namun dalam berapa hari terakhir ini, banyak member mengeluh karena profit harian mereka tak bisa ditarik lagi. Jangankan menarik profit, membuka aplikasi saja sudah tidak bisa. Akibatnya Dwi pun menjadi bahan cercaan member.

“Saya tidak menyangka ini terjadi. Karena Jumat pekan lalu, saya ke Bandung, diundang PT Enel untuk silaturahmi bersama seluruh manager di hari Minggu,” ungkapnya.

Setelah acara itu, banyak member mengeluh tak bisa menarik profit. Dwi mengaku sudah berupaya menghubungi direktur PT Enel. Tapi nomor kontaknya sudah tidak bisa dihubungi.

baca juga : hasil penelusaran investasi enel di ojk

“Saya mau kunjungi tempat kegiatan, kata orang mereka sudah pergi,” tambahnya.

Dari kejadian ini, Dwi merasa ikut menjadi korban. Sebab ia juga tidak tahu menahu bahkan tidak menyangka jika berakhir begini.

”Itu dia yang saya tidak terima pak dituduh macam-macam. Memang saya gencar promosikan karena saya punya akun Youtube dan pernah diberitakan. Tapi setiap kali promosi saya tidak pernah mengajak. Saya selalu kasih tahu ini beresiko tapi setelah macet begini justru banyak orang yang menuduh saya penipu. Bahkan yang menuduh saya itu saya tidak tahu itu bukan member saya. Mereka sudah keterlaluan menuduh saya macam-macam padahal saya juga korban,saya ada bukti semua, ” keluh Dwi Riana Handayani Ishak.

Sebagai manager Gorontalo ia mengaku hanya sebatas menerima pendaftar sementara pengelolaan sepenuhnya dipegang kantor pusat. Tuk menyikapi tuduhan yang ramai di media sosial, Dwi meminta untuk menghentikan tuduhan itu. Dia mewanti untuk menuntut balik jika masih ada lagi yang menuduhnya macam-macam.

“Nama baik saya tercoreng pak saya dituduh penipu bahkan sudah macam-macam mereka bilang di media sosial. Saya tidak terima saya juga korban ” jelasnya.

Investasi Enel mulai ada sejak 28 Februari 2022. Sebelum ditunjuk menjadi manager Gorontalo, Dwi Handayani Ishak mengaku menjadi member biasa yang mendaftar lewat link dengan memilih paket Rp 50 Ribu dari orang yang berinisial mister Enel pada 24 Maret 2022.

Nanti pada 7 Mei 2022, Dwi diangkat menjadi manager Gorontalo.

“Ditunjuk pun saya itu jadi Manager Gorontalo tidak segampangnya. Karena syaratnya saya sukses pecah VIP 3 alias 12 orang dibawah saya yang top Up Rp 500 Ribu” Jelasnya.

Karena suskes pecah VIP 3 maka Dwi akhirnya ditawari buka kantor dan menjadi manager Gorontalo. Awalnya Dwi mengaku ragu menjadi manager. Namun setelah menelusuri bukti legalitas Enel yang dirasanya jelas, maka ia terima tawaran tersebut.

Untuk membuka kantor di Gorontalo, Dwi diberi uang Rp 18 Juta oleh PT Enel. “Saya nanti percaya setelah legalitasnya saya telusuri mulai NIB-nya(nomor Izin Berusaha) kementerian Investasi dan Penanaman modal, NPWP Perusahaannya saya cek juga.

Tapi saat itu saya sempat tanya ko pakai logo OJK. Kata direkturnya, sementara dipantau karena alasan mengurus OJK tidak semudah mengurus surat lainnya,” ujarnya.
Hasil penulusuran ini makin menguatkan keyakinan Dwi terhadap bisnis PT Enel. “Mereka berani buka kantor dan kantor pusatnya juga ada dan banyak orang yang sudah lihat di Batam, ” jelasnya.

Setelah membuka kantor di Gorontalo, Dwi terus berkoordinasi dengan direktur PT Enel melalui FB. Dwi dijanjikan akan akan dibimbing salah seorang dari tujuh mentor bernama Irfan. Seiring berjalannya waktu, ia merasa semakin banyak orang datang berinvestasi. Bahkan saking banyaknya sampai sudah banyak yang tidak diketahuinya lagi orang yang mendaftar langsung ke dirinya.

Dwi merasa kemungkinan yang membuat orang banyak berniat berinvestasi karena melihat pemberitaan dan Youtube yang diperkenalkannya. Apalagi dari segi keuntungan bisa dirasakan setiap hari. Padahal Dwi mengaku tidak pernah sama mengajak. Justru saat ada yang mendaftar ia peringati bahwa investasi pasti ada resikonya.

Hanya dalam jangka waktu sebulan, Dwi membuka beberapa kantor unit. Yaitu unit 1 di Tilongkabila, unit 2 di Wonggaditi, unit 3 di Tinaloga dan unit 4 di Minahasa. Dwi berusaha bekerja keras agar anak buahnya yang dimentori Irfan tidak pindah ke mentor lain. ” Member saya itu kalau diakumulasi totalnya sudah 16 Ribu member secara seluruhnya. Kalau diakumulasi juga saya lihat total investasi saya diaplikasi Rp 10 Miliar,” ujarnya.

Tapi itu cuma berbentuk angka yang belum jadi uang. Baru uang Viat atau uang virtual. Dwi mengaku di bulan September ini akan mendapat pencairan 20 persen dari Rp 10 Miliar itu.

“Tapi bagaimana mau cair pak sekarang saja tidak terima apa-apa. saya di Bandung diberikan amplop merah yang mau dicairkan untuk ganti rugi uang perjalanan saya ke Bandung tapi itu juga malah tidak bisa dicairkan,” ujarnya.

sumber: gorontalo post, gorontalopost.id

(fajriansyah)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button