Program Vaksinasi, Dinkes Kota Kotamobagu Minta Aparat Desa dan Kelurahan Proaktif Lakukan Pendataan

0
479
dr Tanty Korompot : Retribusi Pengurusan Surat Keterangan Sehat Sesuai Perda
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu dr Tanty Korompot
Advertisement

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Sulawesi Utara kembali masuk Zona Orange, aparat Desa Kelurahan di Kota Kotamobagu diimbau untuk lebih proaktif lagi dalam melakukan pendataan warga masyarakatnya yang akan menjalani vaksinasi. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu, dr Tanty Korompot, M.Kes, Kamis (15/7).

Menurut  dr Tanty, dari evaluasi yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Pemkot Kotamobagu terkait pelaksanaan program vaksinasi, masih dijumpai beberapa keluhan yang disampaikan masyarakat, terutama warga yang antusias datang ke lokasi pelaksanaan vaksin namun belum sempat terlayani, maupun kerumunan yang terjadi saat pelaksanaannya.

“Sebisa mungkin kami meminta kepada aparat desa kelurahan untuk bisa mengatur dengan baik teknis pendataan dan pendaftaran warga yang akan segera divaksin. Karena di beberapa lokasi masih terdapat warga yang sudah datang namun tidak terlayani karena kuota yang terbatas. Untuk mengantisipasi hal ini, sosialisasi ke warga sangatlah perlu, termasuk teknis pendataan warga yang akan divaksin,” ucap Tanty.

Ada pun teknis pendataan dan pendaftaran warga yang akan divaksin, merupakan kewenangan pemerintah Desa dan Kelurahan. Diperlukan juga kerjasama dan koordinasi yang baik antara aparat desa kelurahan yang ada agar tahapan vaksinasi bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan.

“Teknisnya memang ada di aparat Desa Kelurahan. Prosesnya perlu diatur dengan baik agar permasalahan yang muncul di lapangan pada saat pelaksanaan vaksinasi bisa diminimalisir. Sebisa mungkin masyarakat yang datang bisa terlayani, dan yang belum bisa langsung didata untuk diprioritaskan pada vaksinasi berikutnya,” ujarnya.

Untuk ketersediaan vaksin, Dinkes Kotamobagu masih bergantung alokasi yang diberikan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut sebagai pihak yang menentukan jumlah vaksin di setiap daerah di Sulut. Jumlah kebutuhan vaksin dari target yang ada sudah kami sampaikan ke Dinkes Sulut. Posisi Rabu kemarin stok yang ada sejumlah 4.800, masing-masing Astrazeneca 2.000 dan Sinovac sebanyak 2.800.

“Pemkot mengerahkan 7 tim yang turun setiap harinya dalam vaksinasi ini. 5 tim dari Puskesmas, 1 dari RSUD Kotamobagu, dan 1 tim lagi dari Dinas Kesehatan. Setiap tim diberi target 100 orang untuk setiap lokasinya, jadi total per hari mencapai 700 orang yang akan divaksin. Untuk total warga Kotamobagu yang sudah divaksin sampai dengan Rabu (14/7) kemarin sudah mencapai 27.796 orang,” ucapnya.

(Nisar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here