Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Ekbis

Soal Cengkeh, Poyowa Besar Sudah Mulai Menyaingi Matali

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Para petani cengkeh saat ini sedang sibuk-sibuknya melaksanakan panen yang dimulai sejak awal bulan Juni hingga Agustus 2019 ini.

Di Kota Kotamobagu sendiri, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur merupakan wilayah penghasil emas coklat tersebut, tapi Desa Poyowa Besar 1 dan 2 Kecamatan Kotamobagu Selatan-lah yang merupakan penghasil Cengkeh yang ditanam khusus di wilayah Kota Kotamobagu.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Bolmora.Com, masyarakat Kelurahan Matali, Motoboi Besar, Kobo Besar, Desa Moyag bersatu dan beberapa lagi desa serta kelurahan lainnya memang saat ini lagi melakukan pemetikan, tapi tanaman cengkeh mereka berada di luar wilayah Kota kotamobagu. Kebanyakan merupakan hasil panen dari perkebunan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). 

Untuk Poyowa Besar 1 dan 2, panen cengkeh sendiri dilakukan oleh para petani di wilayah perkebunan Mobalang, Angob, Sinsing maupun beberapa perkebunan yang masuk wilayah Kota Kotamobagu.

“Wilayah perkebunan Angob saat ini baru mulai melakukan pemetikan, tapi puncaknya nanti pada Agustus nanti,” ungkap Ramlan Yoyatan, warga Poyowa Besar 1.

Pun demikian yang dikatakan oleh Haris Mokoagow. Menurutnya, wilayah perkebunan Mobalang memang saat ini lagi ramai karena ada pemetikan Cengkeh.

“Cengkeh yang ditanam disini sudah ribuan pohon bahkan sudah banyak yang berusia diatas 15 tahun,” ujar Haris.

Dia menerangkan, di wilayah Mobalang sendiri juga sudah ada beberapa masyarakat luar Poyowa Besar yang berkebun bersama-sama dengan mereka.

“Selain masyarakat Poyowa Besar, disini juga sudah ada masyarakat dari luar yang menanam cengkeh maupun kopi dan ternyata tanahnya sangat cocok,” terangnya.  

Dirinya pun mengharapkan agar harga jual cengkeh bisa beranjak naik dari sekarang ini.

“Saat ini harganya Rp 74 Ribu per kg, mudah-mudahan secepatnya ada kenaikkan agar para Petani bisa semakin bersemangat menanam cengkeh,” harapnya.

Sementara itu, Robert selaku pengelola Usaha Karya Tani, yang merupakan tempat pembelian cengkeh yang berlokasi di Kelurahan Kotobangon, Kecamatan Kotamobagu Timur mengatakan, saat ini pembelian cengkeh di tempatnya semakin ramai saja.

“Cengkeh dari Petani kita beli per kilogram Rp74 ribu, naik dari Rp1.000, dari harga sebelumnya Rp73 ribu. Kami melakukan pembelian sesuai pengambilan harga perusahan,” ujar Robert. (me2t)

Gunady Mondo

Aktif sebagai jurnalis sejak tahun 2010 (Wartawan UKW UTAMA: 9971-PWI/WU/DP/XI/2021/21/10/79)

Berita Terkait

Back to top button