Bupati Bolsel Pimpin Sepuluh OPD Mengikuti Coaching Clinic Penguatan SAKIP di KemenPAN-RB

0
179
Bupati Bolsel Pimpin Sepuluh OPD Mengikuti Coaching Clinic Penguatan SAKIP di KemenPAN-RB
Foto bersama Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, para kepala OPD dan pemateri dalam kegiatan Coaching Clinic di KemenPAN-RB

BOLMORA.COM, BOLSEL – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) di bawah pimpinan Bupati Iskandar Kamaru, terus melakukan pembenahan, dengan mengikuti Coaching Clinic Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja instansi Pemerintah (SAKIP) di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2019).

Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, didampingi, para asisten ini, diikuti oleh sedikitnya sepuluh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bolsel.

Rombongan Pemkab Bolsel tiba di kantor KemenPAN-RB sekitar pukul 08.00 WIB, dan disambut oleh Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Ronal Andrea Annas, serta Kepala Bidang Penyiapan Perumusan Kebijakan pengawasan Nadjamuddin Mointang.

Bupati Bolsel Islandar Kamaru, saat memberikan sambutan mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut bertujuan agar ke depan masing-masing OPD di Bolsel bisa meningkatkan kinerjanya. Lebih khusus untuk meningkatkan kapasitas kemampuan kepada masing-masing OPD supaya bisa menggerakkan lagi jajaran di bawahnya, sehingga apa yang menjadi komitmen untuk tidak ada lagi pemborosan anggaran dapat tercapai.

“Kita harus mulai dari perencanaan, dan harus tahu apa yang menjadi target kita, harus tahu juga keberadaan OPD itu untuk apa. Kemudian diuraikan dengan kegiatan-kegiatan, tidak hanya terkait penyerapan anggaran, tapi juga harus benar-benar diketahui bagaimana anggaran tersebut terserap dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat,” ungkapnya.

Iskandar berharap, melalui kegiatan yang diikuti oleh seluruh jajaran OPD, dapat menjadi bahan evaluasi program -program yang telah dilaksanakan maupun yang direncanakan.

“Pelaksanaan kegiatan Coaching Clinic ini merupakan kepedulian bagi saya selaku pimpinan tertinggi Kabupaten Bolsel,” ujarnya.

Dijelaskan pula, untuk menjadikan Bolsel lebih hebat dan mantap, maka perlunya penegasan kepada kepala OPD untuk sama-sama memperbaiki akuntabilitas di pemerintahan khususnya di Bolsel. Selain itu, perlunya ground Fokus dalam hal perumusan program, sehingga tidak menggelembung yang menyerap banyak anggaran, tapi output dan outcomenya tidak tercapai secara maksimal, karena tidak terfokus.

“Ke depan, setiap kepala OPD harus bekerja keras untuk mencapai target Sakip BB. Olehnya, perlu adanya perbaikan RPJMD, sehingga sasaran dan tujuan bisa menjawab visi misi daerah selama 5 tahun. Juga, pengawasan internal diperketat, sehingga OPD merasa terkawal. Di isi lain, keterlibatan kepala OPD yang berkontribusi dalam penyusunan LAKIP,” papar Iskandar.

Adapun untuk raihan capaian predikat, diharapkan Kabupaten Bolsel bisa mendapat predikat BB. Artinya sebagai indikator bahwa kinerja lebih baik dan kegiatan lebih tepat sasaran.

“Tahun lalu, nilai Pemkab Bolsel meraih nilai B untuk LAKIP. Saya berharap dengan kegiatan grade dapat ditingkatkan, sehingga tidak ada pemborosan anggaran dan tidak ada lagi kegiatan yang sifatnya duplikatif atau copy paste dari kegiatan sebelumnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Ronal Andrea Annas, selaku pemateri mengatakan, SAKIP tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Yang mana didalamnya menyebutkan SAKIP merupakan rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklarifikasian, pengikhtisaran, serta pelaporan kinerja pada instansi pemerintah, dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah.

“Tujuan Sistem AKIP adalah untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu prasyarat untuk terciptanya pemerintah yang baik dan terpercaya. Sedangkan sasarannya adalah menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel, sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya. Hal ini agar terwujudnya transparansi instansi pemerintah, terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional, dan terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah,” ulas Ronal.

Dia menambahkan, Pemkab Bolsel harus mengevaluasi kegiatan yang ada untuk lebih efisiensi lagi.

“Dan yang lebih penting lagi adalah bagaimana seluruh jajaran merubah mindset untuk mendorong, kemauan, motivasi tinggi sehingga ke depan anggaran yang ada terserap dengan baik,” imbuhnya.

Dalam kegiatan Coaching Clinic oleh kepala-kepala OPD ini, dipaparkan materi Penyampaian  Sinkronisasi Program, Kegiatan, dan Sasaran, serta Tujuan dan Indikator.

(*/gnm)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here