Tiap Bulan Petani Ini Hasilkan Rp11 Juta dari Penjualan Kangkung
BOLMORA.COM, EKONOMI BISNIS – Bertani kangkung ternyata cukup menjanjikan, bahkan jika ditekuni bisa menghasilkan uang yang cukup banyak. Contohnya yang tengah digeluti oleh Syamsudin Paputungan (40), warga Kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat, Sulawesi Utara.
Dari dua petak kolam ukuran 45 X 29 dan 21 X 27 miliknya, Syamsudin bisa memanen kangkung sebanyak 125 ikat besar yang menghasilkan uang sebanyak Rp11.200.000 tiap panen.
“Panen tiap bulan, sekali panen bisa mencapai 125 Bal (Ikatan besar), tiap satu ikatan besar berharga Rp 90.000, berisikan 50 ikat kecil ukuran pasaran,” ungkap Syamsudin.
Dia menerangkan, profesi ini sudah dia jalani selama tujuh tahun dan untuk pemasarannya cukup mudah karena sudah mempunyai langganan tetap.
“Saya sudah punya langganan, jadi ketika panen tinggal mengantarnya kepada para pengecer di pasar,” terangnya.
Tapi menurut Syamsudin, bertani kangkung juga mempunyai kendala sama seperti kendala para petani pada umumnya.
“Kendala paling utama yang selalu terjadi adalah kelangkaan pupuk. Saat tiba waktu pemupukan, pupuk urea ada kalanya kosong. Kami berharap agar pemerintah terus mengawasi stok pupuk karena aksi borong dari para tengkulak yang sewaktu-waktu membuat pupuk hilang di pasaran,” imbuhnya.
(me2t)



