Ini Alasan Dua Pejabat Bolmong Memundurkan Diri dari ASN
BOLMORA, BOLMONG – Dua pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) mengajukan pengunduran diri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), karena akan ikut dalam pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2019 nanti. Mereka masing-masing Asisten III Pemkab Bolmong I. Wayan Gede, dan Sekretaris Dinas Pertanian Ketut Merta.
Sekertaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bolmong Aldi Pudul mengungkapkan, proses berkas kedua pejabat tersebut sedang dalam proses. Untuk berkas I Wayan Gede, telah dibawa ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat, untuk pertimbangan teknis. Sedangkan berkas Ketut Merta, saat ini sedang dibawa ke BKN Manado.
“Untuk berkas kedua ASN ini sedang berproses. Berkasnya pak Asisten III sekarang telah dibawa ke BKN pusat, karena golongan beliau sudah 4C. Sedangkan untuk Sekretaris Pertanian hanya dibawa ke BKN Manado, kerena yang bersangkutan golongn 4B. Kedua berkas ini dibawa ke BKN untuk pertimbangan teknis,” jelas Aldi, Senin (23/7).
Sementara itu Asisten III Pemkab Bolmong I. Wayan Gede, mengaku sudah sementara mengurus berkas pengajuan untuk pensiun dini. Karena menurutnya, mulai Agustus, dirinya sudah masuk masa pensiun.
“Secara pribadi sudah siap untuk maju di Pileg 2019 nanti. Sesuai rencana, saya akan maju melalui Partai Nasdem. Berkas untuk pensiun dini sementara dalam proses, apalagi dari pihak KPU sudah meminta surat keterangan pengunduran diri dari ASN, ketika mendaftari,” ungkapnya.
- Wayan juga mengaku banyak yang bertanya terkait keputusannya untuk mundur dari ASN. Namun, keputusan itu sudah bulat bahwa dirinya akan maju bersaing mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di dapil enam.
“Saya kira melalui dasar birokrasi bisa menjadi modal untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, kalau direstui nanti oleh masyarakat. Tapi saya sangat berharap direstui, dan mendapat kepercayaan dari masyarakat,” terangnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pertanian Ketut Merta juga mengungkapkan bahwa, masa kerjanya masih tersisa dua tahun lagi, namun karena dorongan keluarga dan masyarakat desa Transmigrasi Bali, sehingga dirinya terpanggil untuk bertarung guna mewakili aspirasi mereka. Olehnya, dirinya sudah siap untuk pensiun dini agar bisa mencalonkan diri sebagai anggota legislatif Bolmong.
“Masih banyak fasilitas, seperti jalan menuju desa yang tak kunjung diperbaiki. Sehingga itu saya merasa terpanggil untuk berjuang,” ucapnya.(agung)



