Anjuran Nabi Muhammad SAW Sebelum Shalat Id
Anjuran Nabi Muhammad SAW Sebelum Shalat Id
Bolmora, Lifestyle – Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi Umat Muslim yang berada di sekujur Bumi dengan penuh suka cita dalam merayakannya. Yang mana, mereka akan berbondong-bondong ke masjid dan atau tanah lapang untuk menunaikan shalat Id pada 1 Syawal.
Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan sejumlah amalan dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri. Baik sebelum, saat pelaksanaan, maupun sesudah shalat Id pada 1 Syawal.
Ajaran-ajaran tersebut bisa berupa tuntunan perkataan maupun kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Tuntunan-tuntunan tersebut tertuang dalam hadis yang diriwayatkan oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW. Berikut sejumlah sunnah Nabi Muhammad SAW saat akan menjalankan shalat Idul Fitri:
1. Mengumandangkan takbir
Mengumandangkan takbir di masjid-masjid, musala dan di manapun berada pada malam hari raya, sejak terbenamnya matahari sampai imam naik ke mimbar untuk berkhutbah pada hari raya Idul Fitri. Anjuran tersebut ditulis dalam Kitab Raudlatut Thalibin.
2. Mandi sebelum shalat Id
Sebagaimana salat Jumat, Nabi Muhammad SAW selalu mandi sebelum berangkat ke tempat shalat Id, baik shalat Idul Fitri maupun Idul Adha. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Dan dari Amdullah bin Abbas Raliyallahu Anhuma, ia berkata, ‘Bahwasannya Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wa Sallam mandi pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.”
3. Memakai pakaian terbaik dan wewangian
Menggunakan pakaian terbaik saat shalat Idul Fitri dan Idul Adha merupakan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW. Tak hanya itu, Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan memakai wewangian.
“Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, bahwa: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak)
4. Makan sebelum shalat Idul Fitri
Nabi Muhammad SAW selalu makan sebelum melaksanakan shalat Id. Walaupun hanya sedikit, sejumlah hadis menjadi dasar tuntunan ini.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah keluar pada hari raya Idul Fitri sampai dia makan dulu, dan janganlah makan ketika hari raya Idul Adha sampai dia shalat dulu.” (HR. At Tirmidzi No. 542, Ibnu Majah No. 1756, Ibnu Hibban No. 2812, Ahmad No. 22984)
“Pada saat Idul Fitri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidaklah berangkat untuk shalat sebelum makan beberapa kurma.” Murajja bin Raja berkata, berkata kepadaku ‘Ubaidullah, katanya: berkata kepadaku Anas, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Beliau memakannya berjumlah ganjil”.” (HR. Bukhari)
5. Melaksanakan shalat Id di lapangan
Imam Abu Hamid Al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin berkata, “Disukai melaksanakan shalat Id di tanah yang luas, kecuali di Mekah dan Bautul Maqdis. Sekiranya hari itu hujan, tidak mengapa melaksanakannya di masjid. Dan dibolehkan pada hari yang sangat panas berdebu, imam menyuruh seorang laki-laki untuk shalat Id bersama orang-orang lemah di masjid, sementara ia keluar ke tanah lapang bersama orang-orang yang kuat seraya bertakbir.”
Dan dalam hadis sahih riwayat Imam Al Bukhari dan Muslim, Nabi Muhamaad SAW bersabda: “Dan dari Abu Sa’id Al Khudri Radiyallahu Anhu, ia berkata, ‘Adalah Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam, beliau keluar pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha ke musala. Dan yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat.”
Yang dimaksud musala dalam hadis itu adalah tanah lapang yang terletak di pintu masuk Madinah sebelah timur. Sedangkan yang dimaksud ‘yang pertama kali dilakukan adalah shalat’, yaitu Nabi Muhammad SAW tidak memulai dengan khutbah terlebih dahulu.
Nabi Muhammad SAW menganjurkan shalat Id di tanah lapang karena saat itu jumlah kaum Muslim yang ingin ikut shalat Id sangat banyak. Sehingga hanya hanya tanah lapang saja yang dapat menampung jamaah.
6. Mengajak semua keluarga ke tempat shalat Id
Idul Fitri maupu Idul Adha merupakan hari kemenangan untuk umat Muslim. Pada kedua hari raya itu, Nabi Muhammad SAW mengajak semua keluarganya ke tanah lapang tempat pelaksanaan shalat Id.
Dalam hadir riwayat Ibnu Majah dan Al Baihaqi Nabi bersabda: “Bahwasannya Rasulullah Salallahu Alaihi wa Sallam menyuruh istri-istri dan anak-anaknya keluar pada dua hari raya.”
Bahkan dalam hadis lain, yang diriwayatkan Al Jama’ah, menyebutkan Nabi Muhammad SAW tak hanya menyuruh anak dan istrinya ke tanah lapang, melainkan juga meminta untuk ke tanah lapang tempat pelaksanaan salat Id, termasuk mereka yang haid, lanjut usia, remaja, dan anak-anak.
7. Jalan kaki menuju tempat shalat Id
Salah satu kebiasaan Nabi Muhammad SAW sebelum shalat Id adalah berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan shalat Id. Dalam sebuah hadis riwayat At Tirmidzi disebutkan, “Dan dari Ali Abi Thalib Radhiyallahu Anhu, ia berkata, ‘Termasuk dari sunnah adalah keluar pada hari raya dengan berjalan kaki.”
Dalam kitab Zad Al-Ma’ad juga disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim bahwa Rasulullah keluar dari rumah menuju tempat pelaksanaan shalat Id dengan berjalan kaki sambil membawa tombak untuk ditancapkan di depan tempat shalatnya sebagai pembatas.
Namun demikian, para ulama membolehkan masyarakat naik kendaraan saat menuju ke lokasi shalat Id.
Dikutip dari berbagai sumber
Editor : Ady



