Saraf Terjepit, Kenali Gejalanya

0
2953
Aktivitas Terganggu Karena Saraf Terjepit, Kenali Gejalanya
Ilustrasi/Foto: Istimewa

BOLMORA.COM, LIFESTYLE – Anda mungkin pernah mengalami nyeri tulang punggung, tulang leher, atau juga migran. Ketika mengalami hal tersebut, tentunya aktivitas kita sehari-harinya akan sangat terganggu.

Gangguan nyeri tulang punggung bisa diakibatkan oleh Saraf yang terjepit, atau dikenal dengan bahasa ilmiahnya Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Saraf terjepit bisa menimpa seluruh bagian tulang belakang, dan menyerang punggung bawah hingga tulang leher.

Namun, saraf yang terjepit di bagian tulang leher akan terasa lebih menyakitkan lantaran posisi antar-ruas tulang belakang yang lebih rapat.

Sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia, ahli bedah saraf dr. Mahdian Nur Nasution mengatakan Saraf terjepit adalah kondisi diskus antar ruas tulang belakang bocor.

“Saraf terjepit adalah kondisi di mana isi diskus atau bantalan antar-ruas tulang belakang bocor sehingga menekan saraf,” ujar dr Mahdian Nur Nasution dalam agenda temu media beberapa waktu lalu.

Diskus berperan sebagai penyerap kejutan atau shock absorber. Diskus akan membantu manusia untuk menggerakkan lehernya. Mahdian mengatakan, dari sekian banyak penyakit nyeri di leher, sebanyak 10 persen di antaranya mengalami HNP.

Trauma atau cedera pada tulang leher menjadi satu di antara sekian faktor yang menyebabkan saraf terjepit. Ini biasanya diakibatkan karena kebiasaan terlalu sering menunduk bermain gawai.

Gejalanya beragam dan biasanya muncul secara spontan. Mulai dari rasa nyeri yang menjalar hingga bagian lengan, rasa kebas pada lengan bawah hingga jari, dan melemahnya otot.

Tak cuma itu, gejala juga bisa muncul berupa sakit kepala atau migrain. “Banyak juga orang yang tidak tahu sebenarnya bahwa migrain itu bisa terjadi akibat ada yang salah di tulang belakang, terutama area leher,” ujar Mahdian.

Untuk mendapatkan diagnosis, seseorang harus mengikuti serangkaian pemeriksaan mulai dari pemeriksaan fisik, saraf, CT scan, dan tes MRI. “MRI adalah pemeriksaan paling bagus untuk melihat adanya masalah di tulang belakang,” tambah Mahdian.

(Sumber CNN Indonesia)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here