Politik

Konsultasi ke Dirjen P2MI, Louis Schramm Tegas Stop Kerja Secara Ilegal di 3 Negara Ini

BOLMORA.COM,SULUT – Louis Carl Schramm, Legislator DPRD Provinsi Sulawesi Utara Dari Dapil Manado sangat prihatin dengan banyaknya masyarakat Sulut yang pergi bekerja ke Kamboja.

Padahal tidak sedikit yang sudah menjadi korban bahkan kehilangan nyawa. Seriusi soal ini, Louis yang juga Ketua Fraksi Gerindra di DPRD Sulut ini langsung berkunjung ke Dirjen Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Jakarta.

Adapun kunjungan tersebut untuk membahas dan mencari solusi terkait masih banyak warga yang mencari kerja ilegal di Kamboja dan sering menjadi korban.

“Kunjungam kami diterima langsung dirjen perlindungan, Pak Rinardi. Saat ini KemenP2MI sedang merancang strategi khusus berkolaborasi dengan Kementerian/Lembaga juga pemerintah daerah dan BP2MI untuk menuntaskan masalah penipuan yang kerap dialami pekerja migran Indonesia nonprosedural atau ilegal,” yang juga pernah menjadi Anggota DPRD Kota Manado.

Pun, lanjut Schramm sampai saat ini berdasarkan catatan masih banyak masyarakat Indonesia termasuk di Sulut yang berangkat kerja secara ilegal ke Kamboja, Myanmar, dan Thailand tertipu lantaran iming-iming gaji besar.

“Mereka terkadang sulit terdeteksi karena menggunakan visa wisata bukan kerja. Berangkat sehat, pulang jadi mayat,” sebut Schramm.

Ia pun menyayangkan dengan beberapa kejadian yang terjadi.

“Tidak jerah dan masih saja kejadian berulang warga Sulut yang nyata-nyata sudah ada korban jiwa namun nekat ke sana.

”Saya juga sangat meyanyangkan yang tergiur kerja bukan mereka yang putus sekolah, tapi ada juga yang lulusan perguruan tinggi, yang pada akhirnya mereka hanya disiksa dan disandra di sana,” ucap Schramm.
Mengatasi ini, ia menegaskan, kolaborasi lintas Kementerian/Lembaga hingga pemerintah daerah terkait hal ini perlu dilakukan sehingga menekankan upaya-upaya meminimalisasi masyarakat tak mudah tergiur berangkat kerja secara ilegal ke tiga negara ASEAN tersebut.

“Antisipasi swadaya masyarakat perlu dilakukan dengan menyaring informasi lebih jelas terkait loker kerja di luar negeri sebagai tindakan pencegahan. Mengikuti prosedur menjadi pekerja migran Indonesia legal lebih terjamin kesehatan, keselamatan dan pelindungan hukumnya.

“Jangan mudah tergiur dengan pekerjaan-pekerjaan iming-iming yang tinggi. Banyak negara-negara lain yang jauh lebih besar memberikan penawaran gaji dan penghasilan yang baik, risiko yang lebih rendah. Tapi kembali lagi, lakukan dengan prosedural,” himbaunya.

Schramm juga mengingatkan agar masyarakat Sulut jangan tergoda dengan tawaran gaji tinggi kerja di luar negeri, seperti di Kamboja, Myanmar dan Thailand.

“Pemerintah Indonesia tidak memiliki kerja sama dengan tiga negara tersebut terkait penempatan pekerja migran,” sebutnya.

Untuk keamanan, ia menghimbau untuk mempertimbangkan menerima pekerjaan di tiga negara tersebut.

“Jadi, jika ada tawaran pekerjaan datang dari tiga negara tersebut, mohon untuk berhati-hati karena ada begitu banyak kasus TPPO (tindak pidana perdagangan orang) yang terjadi,” tutupnya.

(Jane)

Editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button